SAUMLAKI,N25NEWS.id-Gelapnya malam ditambah hujan angin yang mendera, membuat pera pelanggan pembayar rekening listrik tiap bulan di Kecamatan Nirunmas harus terima nasib dan merasakan gelap gulita disetiap gang, lorong, bahkan dalam rumah harus dialami warga, pada salah satu desa yang jumlah penduduknya mencapai dua ribu itu.
Tidak jelas diberitahukan oleh pihak PLN UP3 Saumlaki, membuat tanda tanya, apa sesungguhnya terjadi. Diketahui masyarakat bahwa cuaca yang cukup mengganggu, namun tidak salah jika pemberitahuan untuk diketahui dari perusahaan listrik negara itu. Kecewa, kesal, terhadap penerang yang padam selama tiga hari, tiga malam itu, membuat cacian, fitnahan, persungutan terhadap PLN pun terjadi.
Salah satu tokoh muda Desa Arma, angkat bicara terkait padamnya lampu listrik selama tiga hari, tiga malam yang terjadi. Dia mengatakan padamnya lampu diakibatkan karena cuaca buruk saat Natal dan Tahun Baru, tidak bisa dipungkiri, faktanya.
Namun dia pun menuding pihak PLN awalnya sebelum memasuki Nataru, tidak punya kesiapan. Sembari Masela memberi contoh, kesiapan-kesiapan yang dimaksudkan adalah, persiapan awal adakah penebangan pohon yang diduga akan menghambat jaringan arus listrik, tiang PLN yang sudah miring sekiranya harus di ganti, kemudian pemeliharaan harus dilakukan.
Dia juga menambahkan, akibat kealpaan dan tidak seriusnya Manager UP3 Saumlaki, untuk menyikapi keadaan cuacah, dan keandalan, serta pemeliharaan listrik, berakibat, kerugian yang dialami masyarakat setempat.
Masela, juga membari contoh, yang terjadi di Kecamatan Tanimbar Utara, Larat, sekalipun diterpa cuacah yang sangat buruk, namun PLN yang bru diberlakukan 1×24 jam bisa teratasi, namun jaringan listrik Saumlaki, sampai Nirunmas, selama tiga hari lampu padam total.
Apa perbedaannya, Saumlaki, dengan Larat, terkait dengan PLN ? Olehnya Masela, Sala satu tokoh muda Desa Arma, Kecamatan Nirunmas, meminta kepada Direktur PT.PLN Wilayah X Propinsi Maluku, mencopot Manager UP3 Saumlaki, yang dinilai apatis, tidak perduli dengan keadaan masyarakat atau pelanggan PLN.
Jika dibandingkan dengan Manager UP3 PLN Saumlaki, yang beberapa bulan baru diganti, sangat beda, dimencontohkan, saat menghadapi hari-hari besar umat, betapa sibuknya memerintahkan atau memberikan surat pemberitahuan kepada masyarakat untuk membantu pemangkasan pepohonan, ranting yang diduga menghalangi jalannya arus listrik, juga keandalan, pemeliharaan mesin tetap dijaga, jadi jau hari sebelumnya sudah ada langkah antisipasi, berbeda dengan Manager UP3 PLN Saumlaki yang saat ini.
Nilai Masela, Manager UP3 PLN Saumlaki, saat ini, diduga, becara namun tidak berpikir, kalau yang dulu berpikir baru bicara. Dengan beberapa stetman yang perna diberitakan media online beberapa bulan lalu, menandakan Manager UP3 PLN Saumlaki, banyak bicara, dibandingkan bekerja, dengan demikian, Kepala PLN Wilayah Propinsi Maluku, mencopotnya, dan menggantikan dengan pegawai lain yang aktif bekerja, bukan banyak bicara.
Sunggung Masela, selama tiga hari, tiga malam, mulai tanggal, 31 Desember 2022, hingga tanggal 02 Januari, 2023 siang, malam, padamnya lampu di Kecamatan Nirunmas, pertanda, Manager UP3 PLN Saumlaki, tidak punya kemampuan dibidangnya. Karena itu, pimpinan demikian harus dicopot, alias diganti, tutupnya.(**)