Wali Kota Ambon Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Bersubsidi Di Kudamati

by
by

AMBON,N25NEWS.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mulai merealisasikan pembangunan 169 unit rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui program perumahan subsidi pemerintah.

Peletakan batu pertama pembangunan Perumahan Sharon Griya Nusaniwe berlangsung di Lorong Sekkot, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Jumat (14/8/2026).

Wali Kota Ambon,Bodewin Wattimena
pada kegiatan tersebut mengatakan,pembangunan tersebut merupakan bentuk dari dukungan terhadap program pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk menyediakan tiga juta rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kita bersyukur Kota Ambon mendapat alokasi.Hari ini kita mulai pembangunan 169 unit rumah bersubsidi dan 69 rumah komersil. Harapannya masyarakat yang membutuhkan bisa memiliki rumah yang layak huni,”tandasnya.

Menurutnya, program tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah, pengembang, perbankan dan masyarakat.

Wali Kota meminta pembangunan tidak berhenti di tengah jalan, sehingga rumah benar-benar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

” Tugas pemerintah memastikan ,setiap keluarga ada peningkatan kualitas hidupnya,” jelasnya.

Adapaun 169 rumah bersubsidi dengan luas tanah 60 M dan luas bangunan 32 M.
Dirinya juga menekankan persoalan air bersih tidak boleh diabaikan. Mengingat lokasi pembangunan berada di wilayah perbukitan, pengembang diminta memastikan ketersediaan air,akses jalan dan sistem pembuangan limbah.

“Rumahnya harus oke, airnya oke, jalannya oke, pembuangan limbahnya juga oke. Dengan begitu,ini benar-benar menjadi hunian yang layak bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu,pihak pengembang Maluku Drop Core,Elok Andries mengatakan,pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM sebelum pembangunan dimulai.

Survei lokasi oleh PDAM menjadi salah satu langkah awal untuk memastikan kebutuhan air bersih dapat terpenuhi.

Dijelaskannya, pembangunan fisik dijadwalkan mulai pekan depan setelah Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) diterbitkan.

Untuk satu unit rumah, pembangunannya ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan, sedangkan keseluruhan proyek ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun.

Untuk pembiayaan, masyarakat dapat membeli secara tunai maupun menggunakan fasilitas KPR dari BRI, BNI,Bank Mandiri dan BTN.Cicilan disebut sekitar Rp850 ribu hingga Rp1,2 juta per bulan dengan tenor hingga 20 tahun dan uang muka sekitar Rp5 juta, sesuai skema pembiayaan.

Persyaratan yang disiapkan antara lain KTP suami-istri, kartu keluarga, rekening koran dan slip gaji. Bagi masyarakat yang bekerja sebagai wiraswasta, dapat melampirkan surat keterangan usaha.

Ditempat yang sama,perwakilan Bank Tabungan Negara (BTN) menyampaikan harapannya,agar proyek pembangunan ini dapat berjalan baik dan selesai tepat waktu dengan memperhatikan kualitas bangunan serta aspek lingkungan hidup.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *