BKKBN Maluku dan Unpatti Perkuat Sinergi, Riset Kependudukan Didorong Berdampak Langsung bagi Masyarakat

by
by

AMBON, N25NEWS.id – Pembangunan kependudukan dan keluarga di Maluku membutuhkan kebijakan yang tidak hanya berbasis program, tetapi juga ditopang data dan hasil riset yang mampu menjawab persoalan masyarakat.

Semangat tersebut mengemuka dalam pertemuan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, dengan Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., untuk memperkuat sinergi pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kependudukan serta pembangunan keluarga di Maluku.

Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperluas kolaborasi antara BKKBN Maluku dan Universitas Pattimura, terutama dalam pengembangan riset yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dominggus Malle, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Dr. Ruslan H. S. Tawari beserta jajaran, serta Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dan jajaran.

Kolaborasi yang dibangun tidak hanya diarahkan pada investasi riset atau pengembangan kajian akademik. Lebih jauh, hasil riset diharapkan dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan inovasi yang mampu menjawab persoalan nyata masyarakat serta memperkuat program prioritas pembangunan di Maluku.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya memasukkan perspektif persiapan kehidupan berkeluarga dalam pengembangan program maupun riset.

Perspektif tersebut dinilai penting karena kualitas pembangunan keluarga tidak hanya ditentukan setelah seseorang memasuki kehidupan rumah tangga, tetapi perlu dipersiapkan sejak masa remaja dan generasi muda.

Melalui pendekatan tersebut, generasi muda diharapkan memiliki pengetahuan, kesiapan, serta kemampuan untuk merencanakan kehidupan berkeluarga secara lebih matang.

Bagi Maluku, penguatan kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi menjadi semakin strategis. Perguruan tinggi memiliki kapasitas akademik dan riset, sementara pemerintah memiliki mandat serta data pembangunan yang dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan.

Sinergi keduanya diharapkan mampu memperkecil jarak antara hasil penelitian dan kebutuhan masyarakat.

Dari Maluku, pemerintah dan perguruan tinggi terus memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan pembangunan yang berbasis data, riset, dan kebutuhan masyarakat.

Sebab, riset akan memiliki dampak yang lebih besar ketika hasilnya tidak berhenti di ruang akademik, tetapi hadir sebagai solusi bagi masyarakat dan menjadi dasar pengambilan kebijakan.

Sumber : BKKBN Maluku

Editor    : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *