MALUKU TENGAH, N25NEWS.id – Setelah pemberitaan N25NEWS.id mengenai kerusakan parah ruas jalan di kawasan Suli Banda menuju area pemakaman yang menjadi perhatian publik dan viral di media sosial, keluhan serupa kembali disampaikan warga dari permukiman Larike Tial, Negeri Suli.
Masyarakat meminta agar kerusakan jalan di wilayah mereka juga mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah. Pasalnya, kondisi jalan yang rusak berat telah mengganggu aktivitas sehari-hari warga, mulai dari bekerja, mengangkut hasil usaha, hingga mobilitas anak-anak menuju sekolah dan perguruan tinggi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Raja Negeri Suli, Habel Suitela, menegaskan bahwa persoalan infrastruktur jalan di Negeri Suli tidak hanya terjadi di kawasan Suli Banda menuju pemakaman, tetapi juga di permukiman Larike Tial yang menjadi akses utama masyarakat.
“Jalan di permukiman Larike Tial juga mengalami kerusakan yang cukup parah dan membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Jalan ini merupakan akses utama masyarakat untuk beraktivitas setiap hari,” ujar Suitela.
Menurutnya, kerusakan jalan yang berlangsung cukup lama telah menjadi beban bagi masyarakat. Warga berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat tidak lagi terganggu.
Suitela mengungkapkan bahwa sekitar dua tahun lalu tim dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maluku Tengah telah turun melakukan pengukuran di lokasi. Namun hingga kini, masyarakat belum melihat adanya tindak lanjut berupa pekerjaan fisik.
“Sudah ada pengukuran dari Dinas PU sekitar dua tahun lalu, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi. Masyarakat tentu berharap pemerintah segera menindaklanjuti agar persoalan ini tidak terus berlarut,” katanya.
Sebagai kepala pemerintahan Negeri Suli, Suitela berharap perhatian pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi juga menjangkau desa-desa yang menjadi bagian dari Kabupaten Maluku Tengah, termasuk Negeri Suli yang berada di wilayah strategis dan berbatasan langsung dengan Kota Ambon.
Ia pun meminta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maluku Tengah untuk segera meninjau kembali kondisi kedua ruas jalan tersebut dan memasukkannya sebagai prioritas pembangunan demi kepentingan masyarakat.
“Keluhan masyarakat di dua permukiman ini menjadi perhatian pemerintah negeri. Kami akan terus menyampaikan aspirasi warga kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, khususnya Dinas PU. Kami berharap masyarakat tetap bersabar dan semoga tahun ini ada kabar baik serta realisasi pembangunan jalan yang sudah lama dinantikan,” tutup Suitela.
Warga berharap perbaikan infrastruktur segera direalisasikan agar akses transportasi kembali layak, aktivitas ekonomi berjalan lancar, dan anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan aman tanpa harus melewati jalan yang rusak setiap hari.