SULI, N25NEWS.id – Kerusakan parah jalan menuju perkampungan Suli Banda, Negeri Suli, Kabupaten Maluku Tengah, kini berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat, termasuk mobilitas mahasiswa menuju Kampus UKIM serta akses warga ke lokasi pemakaman umum.
Jalan yang seharusnya menjadi jalur penting bagi warga itu disebut telah lama berada dalam kondisi rusak. Permukaan jalan berlubang dan tidak rata membuat perjalanan warga menjadi lebih sulit, terutama saat hujan ketika jalan licin dan genangan air memperbesar risiko kecelakaan.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat Suli Banda terhadap perhatian Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum. Warga menilai akses vital tersebut belum mendapat penanganan serius, padahal jalan itu menopang kegiatan pendidikan, sosial, dan pelayanan masyarakat.
Raja Negeri Suli, Habel Suitela meminta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maluku Tengah segera memberi perhatian terhadap kondisi jalan menuju Suli Banda.
Menurutnya, kerusakan jalan tidak boleh dipandang sebagai persoalan infrastruktur semata. Jalan yang rusak berdampak pada waktu tempuh warga, biaya transportasi, keselamatan pengguna jalan, hingga kelancaran aktivitas mahasiswa dan keluarga yang hendak menuju pemakaman.
“Selaku Pemerintah Negeri, kami sangat mengharapkan perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maluku Tengah terkait akses jalan di Negeri Suli, khususnya jalan menuju perkampungan Suli Banda. Jalan ini sudah sangat lama rusak parah dan kami berharap ada bantuan perbaikan,” kata Suitela saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, jalur tersebut menjadi akses penting karena di sekitar kawasan itu terdapat Kampus UKIM dan pekuburan umum masyarakat Negeri Suli. Ketika jalan mengalami kerusakan, mahasiswa berpotensi terlambat atau kesulitan mencapai kampus, sementara warga yang memiliki keperluan sosial dan keluarga juga harus menghadapi perjalanan yang tidak nyaman.
Suitela mengatakan jalan tersebut pernah mendapat pekerjaan pengaspalan. Namun, pengerjaan dilakukan secara terputus-putus dan tidak menyeluruh, sehingga sebagian ruas tetap rusak dan kondisi jalan terus memburuk.
Karena itu, Pemerintah Negeri Suli berharap perbaikan tidak dilakukan secara tambal sulam, melainkan melalui pengaspalan menyeluruh agar jalan dapat bertahan lebih lama dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kalau bisa pengaspalan dilakukan secara menyeluruh, supaya aktivitas masyarakat tidak terganggu lagi,” ujarnya.
Selain mengganggu mobilitas, kerusakan jalan juga berpotensi menambah biaya warga. Pengendara harus lebih sering memperbaiki kendaraan akibat melewati jalan rusak, sementara angkutan barang dan jasa dapat menghadapi biaya operasional yang lebih tinggi.
Pemerintah Negeri Suli menyatakan akan terus berupaya menyampaikan kebutuhan perbaikan jalan kepada pemerintah daerah. Suitela juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar karena pembangunan jalan membutuhkan anggaran besar.
Namun demikian, ia berharap kebutuhan warga Suli Banda dapat segera masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur Kabupaten Maluku Tengah, mengingat jalan tersebut menyangkut akses pendidikan, aktivitas ekonomi, keselamatan perjalanan, dan pelayanan sosial masyarakat.
Penulis : Stenly Kailuhu
Editor : Redaksi