Di Tengah Keterbatasan Anggaran, Ketua LPTQ Tanimbar Tetap Berdiri di Garda Terdepan Dampingi Kontingen MTQ Maluku

by
by

SAUMLAKI,N25NEWS.id-Di balik semangat Kontingen Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Kepulauan Tanimbar mengikuti MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku di Kota Ambon, tersimpan kisah perjuangan yang mengundang perhatian.

Di tengah keterbatasan anggaran, Ketua LPTQ Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maharaja Tuharea, memilih tetap berada di garis depan, memastikan seluruh peserta tetap bisa bertanding dengan tenang dan penuh semangat.

Sejak keberangkatan dari Saumlaki hingga tiba di Ambon, Maharaja Tuharea terus mengawal seluruh rangkaian kebutuhan kontingen. Mulai dari koordinasi peserta, pelatih, pendamping, hingga official dilakukan secara intensif agar tidak ada anggota kontingen yang merasa terabaikan.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebelumnya telah memberikan dukungan anggaran sekitar Rp100 juta sebagai bentuk komitmen terhadap pembinaan syiar Islam dan pengembangan generasi Qur’ani di daerah.

Namun,dalam pelaksanaannya, berbagai kebutuhan operasional seperti penginapan, konsumsi, transportasi lokal, hingga kebutuhan teknis lainnya ternyata masih menjadi tantangan yang harus dihadapi selama pelaksanaan MTQ di Ambon.

Kondisi tersebut membuat pengurus LPTQ harus bekerja lebih keras mencari berbagai solusi agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti setiap cabang perlombaan tanpa terbebani persoalan kebutuhan dasar.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Maharaja Tuharea tetap menunjukkan kepemimpinan yang dinilai penuh tanggung jawab. Ia tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga aktif memantau kondisi peserta, memberikan motivasi, berdiskusi dengan pelatih dan pendamping, serta memastikan setiap kebutuhan penting mendapat perhatian.

“Di tengah berbagai keterbatasan yang ada, beliau terus berupaya mencari jalan keluar. Beliau selalu hadir, selalu mengontrol kondisi peserta, berkomunikasi dengan pendamping dan pelatih, serta memastikan kebutuhan peserta tetap menjadi prioritas,” ungkap salah seorang anggota kontingen.

Sikap tersebut mendapat apresiasi dari para peserta yang menilai kehadiran Ketua LPTQ menjadi suntikan semangat tersendiri dalam menghadapi kompetisi yang mempertemukan para qari dan qariah terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Maluku.

Persoalan keterbatasan anggaran itu juga telah disampaikan dalam pertemuan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar selaku Ketua Rombongan. Pemerintah daerah disebut memberikan perhatian terhadap kondisi yang dihadapi kontingen dan berkomitmen mencari solusi sesuai kemampuan serta mekanisme yang berlaku.

Di tengah segala tantangan, semangat para peserta tidak surut. Mereka tetap menjalani latihan dan mempersiapkan diri menghadapi seluruh cabang perlombaan dengan tekad membawa nama baik Kabupaten Kepulauan Tanimbar di tingkat Provinsi Maluku.

Kontingen MTQ Kabupaten Kepulauan Tanimbar pun mengajak seluruh masyarakat Tanimbar untuk memberikan doa dan dukungan agar para peserta mampu tampil maksimal, mengukir prestasi, sekaligus mengharumkan nama daerah.

Bagi jajaran LPTQ, keberhasilan mengikuti MTQ tidak hanya diukur dari jumlah medali atau gelar juara, tetapi juga dari semangat kebersamaan, pengorbanan, dan komitmen dalam membina generasi Qur’ani yang akan menjadi aset berharga bagi masa depan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.(JM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *