Ujuk Rasa Nelayan Desa Lermatan Berakhir Damai Berkat Peran Wakapolres Tanimbar

by
by

LERMATAN,N25NEWS.id – Masyarakat nelayan Desa Lermatan, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, melakukan aksi unjuk rasa pada Senin (30/03) di depan Shelter PT. Taka.

Aksi ini merupakan bentuk tuntutan atas janji kompensasi dari PT. INPEX kepada nelayan rumput laut dan lainya yang tidak dapat melakukan aktifitas karena pembangunan pengeboran minyak di sekitar wilayah mereka.

Situasi sempat memanas ketika terjadi pelemparan batu ke arah karyawan PT. Saka, namun ketegangan tersebut tidak berlangsung lama berkat peran sigap Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Kompol Wilhelmus Benard Minanalarat, SH.

Pendekatan humanis menjadi kunci perdamaian ketika situasi mulai memanas, Wakapolres Wilhelmus datang bersama 70 personel kepolisian serta didampingi Sekretaris Daerah Kepulauan Tanimbar Brampi Moriolkosu, SH, Kesbangpol Lay Batlayari, dan PJ Kepala Desa Lermatan F. Fenanlambir.

Dengan pendekatan yang penuh pengertian dan humanis, Wakapolres berhasil menenangkan masyarakat nelayan. Ia mengajak mereka duduk bersama untuk mendengarkan aspirasi sekaligus mencari solusi atas masalah yang dihadapi.

Kehadiran langsung Wakapolres di tengah kerumunan membuat nelayan merasa diperhatikan secara personal.

Mereka secara terbuka menyampaikan keluhan dan harapan, mulai dari akses lokasi penangkapan ikan hingga dampak aktivitas perusahaan terhadap mata pencaharian mereka.
Suasana menjadi lebih kondusif berkat komunikasi yang lancar dan sikap terbuka dari semua pihak.

Sebagai putra daerah asal Selaru, Kompol Wilhelmus sangat memahami kondisi masyarakat nelayan setempat. Ia tidak hanya memantau dari jauh, tetapi langsung masuk ke tengah kerumunan untuk mendengar langsung apa yang dirasakan para nelayan.

Sikapnya yang demikian menciptakan rasa percaya dan kedekatan yang mempercepat proses mediasi.

Selain itu, Wakapolres juga membantu memfasilitasi pertemuan antara perwakilan nelayan, manajemen PT. Taka, dan pemerintah daerah.

Pendekatan humanis serta pengamanan yang tidak mengancam memberikan ruang bagi dialog yang konstruktif.

Hasilnya, kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan yang menguntungkan dan menenangkan masyarakat.

Aksi unjuk rasa di Desa Lermatan yang diikuti ratusan nelayan berjalan lancar dan berakhir damai berkat kepemimpinan humanis Wakapolres Wilhelmus Benard Minanalarat.

Keberhasilannya mengedepankan komunikasi terbuka dan menjembatani kepentingan masyarakat, perusahaan, serta pemerintah daerah menjadi contoh nyata bahwa tugas pengamanan juga harus mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui pendekatan yang tulus dan dedikasi tinggi, Kompol Wilhelmus membuktikan bahwa setiap masalah selalu dapat diselesaikan dengan baik ketika semua pihak mau mendengar satu sama lain.

Sebuah pelajaran berharga bagi siapa saja yang bertugas menjaga keamanan sekaligus membangun harmoni sosial di tengah masyarakat.

Penulis : Jems Masela
Editor :Aris Wuarbanaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *