18 Finalis Ramaikan Grand Final Duta Genre Maluku 2026, BKKBN Bicara Masa Depan Remaja

by
by

AMBON, N25NEWS.id – Masa depan Maluku menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas remaja hari ini justru menjadi salah satu penentu apakah Maluku mampu memanfaatkan bonus demografi atau justru kehilangan momentum.

Pesan itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Edi Setiawan, saat menghadiri Grand Final Apresiasi Duta Generasi Berencana (Genre) 2026 di Amaris Hotel, Kamis, 9 September 2026.

Setiawan menegaskan, remaja merupakan jembatan menuju Indonesia Emas 2045. Mereka yang saat ini berada pada usia remaja akan menjadi bagian penting dari generasi produktif yang menentukan arah pembangunan Maluku di masa mendatang.

“Remaja inilah yang akan menentukan Maluku benar-benar menuju Indonesia Emas atau tidak,” tegas Setiawan.

Menurutnya, masa depan Maluku sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya. Karena itu, pembentukan karakter, akhlak, pengetahuan, serta kemampuan remaja menghadapi berbagai tantangan menjadi investasi yang tidak boleh diabaikan.

“Remaja sangat penting, remaja sangat berarti,” ujarnya.

Setiawan mengatakan, remaja dengan karakter kuat dan akhlak yang baik akan menjadi modal penting bagi Maluku dalam menikmati bonus demografi.

Namun, menurut dia, membangun kualitas remaja tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial. BKKBN Maluku mendorong penguatan ruang edukasi dan pendampingan remaja melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).

PIK-R menjadi ruang bagi remaja untuk mendapatkan informasi, berdiskusi dan membangun kapasitas dalam menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja dan perencanaan masa depan.

“Di sinilah wajah atau dapur teman-teman Genre kita hadir,” kata Setiawan.

Sebanyak 18 finalis Duta Genre Maluku 2026 yang mengikuti grand final tersebut merupakan remaja yang lahir dari ekosistem PIK-R.

Artinya, pemilihan Duta Genre tidak berhenti pada pencarian figur yang mampu tampil di depan publik. Lebih jauh, ajang tersebut menjadi bagian dari upaya BKKBN menyiapkan remaja yang mampu menjadi penggerak dan contoh bagi teman sebayanya.

Ke depan, BKKBN Maluku juga menargetkan penguatan PIK-R di lingkungan Sekolah Rakyat.

Setiawan berharap keberadaan PIK-R dapat diperluas untuk mengawal dan mendampingi para siswa Sekolah Rakyat agar memiliki ruang edukasi serta konseling yang mendukung pembentukan karakter dan perencanaan masa depan.

Langkah tersebut menjadi penting karena bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila generasi muda yang mengisinya memiliki kualitas pendidikan, karakter dan kapasitas yang memadai.

Dengan demikian, Duta Genre bukan sekadar gelar. Mereka diharapkan menjadi bagian dari mata rantai pembinaan remaja yang dapat membawa pesan tentang pentingnya merencanakan masa depan sejak dini dan membangun generasi Maluku yang berkualitas.

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *