Kunjungi Negeri Maneo Rendah Seram Utara, Kaper Bkkbn Maluku Sosialisasi Stunting

by
by

MALTENG,N25NEWS.id-Dalam rangka penurunan stunting di Provinsi Maluku, BKKBN mengadakan kunjungan untuk melakukan sosialisasi pencegahan stunting,Jemaat GPM Negeri Lama dan Kring PI Mekadonia Klasis Pulau Ambon Utara yang berlangsung di Dusun Maneo Rendah,Desa Maneo Kecamatan Seram Utara Kobi Timur Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Kepala Perwakilan (Keper) BKKBN Provinsi Maluku,Sarles Brabar SE,MSi mengatakan,rangkaian kegiatan ini sangat penting disampaikan kepada generasi muda untuk pencegahan stunting demi mewujudkan generasi emas.

“Kunci utama kita adalah mewujudkan Indonesia maju yaitu penyiapan generasi-generasi penerus bangsa yang berkualitas,”ungkap Sarles Brabar,kepada N25NEWS.id,langsung dari Dusun Maneo Rendah,Sabtu (29/10).

Menurutnya,kegiatan ini merupakan yang pertama  kali BKKBN bisa terlibat kemitraan yang dalam hal ini sudah di support oleh pihak gereja,maka ini adalah tindak lanjut kedepannya,paling tidak hal-hal seperti ini yang BKKBN bisa lakukan.

“Sebab banyak yang kita melihat dari pada generasi-generasi penerus kita.Anak-anak muda ini kan sudah banyak berkeluarga perlu harus kita support,memberikan edukasi informasi kepada mereka sehingga mereka juga memperhatikan masa depan anak-anak,”ujarnya.

Selain itu,kata Sarles Brabar,BKKBN Maluku berencana nantinya penyuluhan-penyuluhan akan dilakukan di waktu yang akan datang,seperti berkomunikasi dengan raja disini (Maneo Rendah) Malteng.

Sarles Brabar mengakui,untuk di Dusun Maneo Rendah kondisi anak-anak sangat bagus dan banyak anak-anak yang sehat,tetapi harus kedepannya BKKBN terus  berikan support  terkait dengan informasi dan penguatan.

“Kita harus tetap memberikan penguatan,terutama kepada generasi muda,”ujar Sarles Brabar.

Di kesempatan tersebut Kepala Perwakilan Bkkbn Provinsi Maluku Sarles Brabar berkempatan memberikan bantuan berupa satu unit mesin pompa air yang lansung di terima Raja Negeri Maneo Nikolas Boiratan.

Dikesempatan yang sama,Raja  Negeri  Maneo ,Nikolas Boiratan mengatakan kunjungan sekaligus penyuluhan dari BKKBN Maluku,bersama pihak gereja (Jemaat GPM Negeri Lama dan Kring PI Mekadonia Pulau Ambon Utara),sangat penting karena memberikan edukasi terkait stunting kepada masyarakat Dusun Maneo Rendah.

Adapun,kegiatan penyuluhan yang dilakukan BKKBN bersama emaat GPM Negeri Lama dan Kring PI Mekadonia Pulau Ambon Utara tersebut bertujuan memberikan edukasi dalam upaya menurunkan angka stunting desa yang terpencil tersebut.

Diketahui Dusun Maneo Rendah yang berjarak 15 km dari negeri induk yaitu Negeri Maneo penduduknya berjumlah 52 Kepala Keluarga (KK) merupakan salah satu desa lokus stunting,yang tetapkan oleh pemerintah pusat.

“Sebagai kepala pemerintahan tentu kami menyampaikan terima kasih kepada BKKBN Provinsi Maluku dan Jemaat GPM Negeri Lama dan Kring PI Mekadonia Pulau Ambon Utara karena ada kegiatan mitra ini,”ujar Nikolas Boiratan.

Lebih lanjut kata Nikolas Boiratan program pemerinta melalui BKKBN ini,memberikan ruang dan pemahaman kepada masyarakat tentang stunting.Selain itu, program tersebut mengantarkannya dirinya untuk ikut sosialisasi tentang stunting di Jakarta dua kali berturut-turut.

Diakuinya,Dusun Maneo Rendah yang berjarak 15 km dari Negeri induk yakni Negeri Maneo,dengan jumlah penduduk sebanyak 52 KK ini,merupakan daerah terpencil dan  sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi.

“Kami akui Dusun Maneo Rendah ini Dusun terpencil dan yang menjadi masalah serius disini adalah akses jalan,sehingga rentang kendali ke kota kecamatan sulit sekali,”paparnya.

Karena tidak tersedianya akses jalan tersebut,sehingga otomatis angka stunting di Maneo Rendah cukup tinggi.Ditambah pula,dampak dari akses jalan yang tidak tersedia ini menyebabkan pelayanan kesehatan kepada  masyarakat tidak berjalan dengan baik,selain itu berdampak pula pada sumber daya manusia (SDM).

“Olehnya,saya minta kepada pemerintah agar memperhatikan kondisi kami di Dusun Maneo Rendah ini.Karena,kalau tidak ada akses tentu pendidikan disini terhambat atau kurang lancar,”ucapnya.

Sementara itu,Ketua Majelis Jemaat GPM Maneo Klasis Seram Utara,Pendeta Rendy Muskita mengatakan,masalah yang paling sulit di Dusun Maneo Rendah adalah air bersih.

Dikatakannya,sebagai pimpinan jemaat Maneo Rendah,Unit Getsemani daerah petuanan Loko,ada siswa-siswi yang bersekolah di Dusun Maneo Rendah,karena sebelumnya ada kebakaran.

“Namun,kami bersyukur karena soal air bersih,Dinas PUPR telah memberikan bantuan dan  dari jemaat Negeri Lama asal Klasis Pulau Ambon Utara yang juga telah bermitra dengan kami di jemaat Maneo Rendah untuk air bersih dan MCK,”jelasnya.

Dijelaskannya lagi,Dusun Maneo Rendah yang merupakan tempat tinggal transit bagi masyarakat Negeri Maneo untuk menyekolahkan anak-anaknya,sangat ingin ada perhatian pemerintah dalam hal ini,terkait pembangunan agar masyarakat bisa merasakannya seperti di daerah lain.

Puji Tuhan BKKBN Maluku memberikan bantuan satu buah mesin air.

“Untuk itu,harapan kami mesin air yang akan kami pasang pada hari Minggu ini,semoga setelah tim BKKBN dan Klasis Pulau Ambon Utara kembali ke Ambon,kami sudah bisa menikmati air bersih di petuanan Loko,”pungkas Rendy Muskita.

Sebagai informasi,selain memberikan penyuluhan,BKKBN Maluku juga berkesempatan memberikan bantuan berupa satu unit mesin pompa air.Karena, yang menjadi kebutuhan masyarakat Maneo Rendah adalah masalah air bersih.

Editor : Aris Wuarbanaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *