Bukan Sekadar Lomba, Perempuan GPM Kamarian dan Laturake Rawat Persaudaraan

by
by

SBB,N25NEWS.id – Ada tawa yang pecah, ada sorakan warga, dan ada tangan-tangan yang saling memberi semangat.

Di tengah suasana itu, sebuah pesan sederhana terlihat jelas: kebersamaan tidak selalu membutuhkan panggung besar.

Di Jemaat GPM Laturake Klasis Taniwel, Wadah Pelayanan Perempuan Jemaat GPM Kamarian Sektor Partenos dan Wadah Pelayanan Perempuan Jemaat GPM Laturake bertemu dalam rangkaian kegiatan Koinonia.

Mereka tidak datang hanya untuk berlomba.

Mereka datang untuk bertemu.
Jalan tarompa menjadi awal keceriaan. Senam sehat membuat suasana semakin hidup. Lomba kain sarung kemudian menghadirkan tawa dan sorakan dari warga jemaat yang menyaksikan.

Setiap peserta berusaha memberikan yang terbaik.

Tetapi di balik persaingan kecil dalam setiap lomba, tidak terlihat jarak antara satu dengan lainnya.

Yang terlihat justru saling mendukung.
Yang terdengar bukan hanya sorakan untuk pemenang, tetapi juga tawa dan kegembiraan karena bisa berkumpul bersama.

Bagi warga Jemaat GPM Laturake, kehadiran para perempuan dari Kamarian Sektor Partenos menjadi bagian dari sebuah perjumpaan yang menghadirkan suasana berbeda.

Sebab Koinonia bukan hanya tentang berkumpul dalam sebuah kegiatan.

Lebih dari itu, Koinonia menjadi ruang untuk merawat hubungan, memperkuat persaudaraan dan menghidupkan kembali semangat kebersamaan dalam pelayanan.
Dari Kamarian hingga Laturake, hubungan itu dibangun melalui perjumpaan sederhana.

Mereka berbagi kegembiraan, saling memberi semangat dan bersama-sama menikmati setiap kegiatan.

Karena kehidupan jemaat tidak hanya dibangun dari mimbar dan ruang ibadah.
Ia juga tumbuh dari perjumpaan antarmanusia ketika orang bersedia hadir, duduk bersama, tertawa bersama dan saling menguatkan.

Itulah yang terlihat dalam kegiatan kedua wadah pelayanan perempuan tersebut.
Jalan tarompa mungkin hanya sebuah perlombaan.

Kain sarung mungkin hanya sebuah permainan.

Tetapi di balik semua itu, ada sesuatu yang sedang dijaga: persaudaraan.

Ketika lomba berakhir dan sorakan mulai reda, yang tersisa bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah.

Ada kenangan tentang sebuah perjumpaan.
Ada sukacita yang dibagikan.

Dan ada harapan agar kebersamaan antara Jemaat GPM Kamarian Sektor Partenos dan Jemaat GPM Laturake terus hidup dalam perjalanan pelayanan mereka.

Sebab terkadang, cara paling sederhana untuk menjaga persaudaraan adalah dengan terus memilih untuk hadir dan merayakan kebersamaan bersama.

Penulis : Ogen Pesireron

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *