SAUMLAKI, N25NEWS.id – Kunjungan kerja Kapolda Maluku ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Rabu (18/6/2026) menuai perhatian dari kalangan insan pers.
Sejumlah wartawan yang melakukan peliputan mengaku mengalami kesulitan memperoleh akses informasi dan kesempatan berinteraksi langsung dengan Kapolda selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dalam berbagai agenda kunjungan tersebut, Kapolda Maluku terlihat aktif berinteraksi dengan sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha di Tanimbar. Namun di sisi lain, beberapa awak media menilai ruang bagi pers untuk mendapatkan keterangan resmi maupun melakukan wawancara masih sangat terbatas.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan wartawan mengenai komitmen keterbukaan informasi publik yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan institusi negara kepada masyarakat.
“Sebagai mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum, media memiliki peran menyampaikan informasi yang akurat kepada publik. Karena itu, akses terhadap sumber informasi menjadi kebutuhan penting dalam kerja jurnalistik,” ungkap salah satu wartawan yang ikut meliput kegiatan tersebut.
Sejumlah peliput mengaku kesulitan mendapatkan kesempatan mengajukan pertanyaan maupun memperoleh penjelasan langsung terkait agenda kunjungan Kapolda di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Situasi tersebut kemudian menimbulkan kesan adanya pembatasan akses terhadap media, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan mekanisme peliputan yang diterapkan selama kunjungan berlangsung.
Perhatian terhadap pola komunikasi institusi dengan media semakin menguat ketika sejumlah wartawan membandingkannya dengan pendekatan yang selama ini dilakukan Pangdam XV/Pattimura. Dalam berbagai kegiatan, Pangdam bersama jajarannya dinilai lebih terbuka memberikan ruang dialog, wawancara, dan akses peliputan kepada wartawan.
Pengamat komunikasi publik menilai keterbukaan terhadap media merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Pers bukan hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepolisian Daerah Maluku belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan sejumlah wartawan mengenai keterbatasan akses informasi selama kunjungan kerja Kapolda di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Kalangan media berharap ke depan hubungan kemitraan antara institusi kepolisian dan pers dapat terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka, transparan, dan profesional, sehingga informasi yang diterima masyarakat dapat tersampaikan secara utuh, berimbang, dan akurat.
Penulis : Jems Masela (Biro Kepulauan Tanimbar)
Editor : Redaksi