Wali Kota Ambon Bilang Kesehatan Merupakan Aset Penting

by
by

AMBON,N25NEWS.id-Waktu dan kesehatan adalah dua aset berharga yang harus dihargai.Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Ambon,Boedewin Wattimena pada pada kegiatan Health and Financial Talk, Rabu (5/8/2026), di ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota.

Menurutnya,kesehatan adalah Kenikmatan hidup paling indah ,sebaliknya jika dalam keadaan sakit ,apapun itu tidak ada gunanya.

“Sehat itu murah tetapi sakit yang mahal. Mencegah penyakit dengan pola hidup sehat jauh lebih baik daripada mengobati,”,ujarnya.

Menurutnya,kesehatan adalah sebenarnya dari  gambaran tentang apa yang  dialami dari waktu ke waktu.

“Banyak dari kita yang menganggap kesehatan itu hal yang biasa. Karena itu, apa yang menjadi kewajiban kita untuk menjaga kesehatan, paling tidak menjaga tubuh agar tidak menderita sakit, sering kita tidak peduli, kita lalai, masalah akan timbul bila penyakit datang, jika tidak ada persiapan maka penyakit semakin menggerogoti tubuh,”jelasnya.

Dikatakannya,kesehatan tidak hanya bicara tentang pribadi masing-masing, namun juga keluarga. Jika sudah berkeluarga tentu sudah memiliki perencanaan.

“Yang tidak mampu, pemerintah telah memberikan jaminan lewat BPJS Kesehatan. Jadi paling tidak ketika menderita sakit, mereka dilindungi oleh pemerintah dengan menyediakan pelayanan yang dibiayai atau disubsidi oleh pemerintah lewat BPJS Kesehatan,” katanya.

Lanjutnya,ada juga yang tidak ditanggung oleh pemerintah, oleh sebab itu perlu perencanaan masa depan dengan baik, termasuk merencanakan kesehatan dengan baik.

Disampaikannya, bagi badan usaha, kesehatan bukan soal aset pribadi saja, tetapi kesehatan menjadi bagian penting dari keberlangsungan usaha, kesejahteraan karyawan, dan ketahanan ekonomi keluarga.

“Pemerintah dari waktu ke waktu berupaya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, apalagi masyarakat yang tidak mampu. Karena ketika sakit menimpa dan berujung pada kematian, satu keluarga itu bisa berhadapan pada situasi yang kritis,”ujarnya.

Wattimena menegaskan ketika orang yang selama hidupnya menjadi penopang bagi keluarga mengalami sesuatu yang tidak di kehendaki, keluarga bisa ambruk.

“Keluarga yang awalnya berada di atas garis kemiskinan, dia bisa turun di bawah garis kemiskinan, bahkan bisa jadi miskin ekstrem. Karena saat kekuatan keluarga lewat pencari nafkah itu tiada, keluarga akan sangat sulit menyesuaikan diri,” terangnya.

Ditambahkannya, penting bagi masyarakat untuk memahami dan memaknai ada tanggung jawab untuk pribadi, perusahaan, dan keluarga supaya bisa merencanakan masa depan soal kesehatan ini dengan baik.

“Kalau tidak direncanakan dengan baik, kondisi kesehatan dapat berkembang menjadi persoalan ekonomi yang memengaruhi seluruh kehidupan kita, keluarga, hingga masa depan perusahaan. Kuncinya adalah menerapkan pola hidup sehat dan rajin memeriksakan kesehatan,” tandasnya.

Wali Kota mengapresiasi kegiatan ini,karna memberikan edukasi dan pencerahan untuk mengubah cara berpikir masyarakat tentang kesehatan.

“Tidak ada kata terlambat, kita bisa memulainya hari ini. Menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan berkala, serta menyiapkan perencanaan perlindungan finansial yang sesuai sangat penting bagi keluarga dan bisnis, termasuk bagi Saudara-saudara pelaku UMKM,” tandasnya.

Dirinya berharap kegiatan dapat dilakukan dengan transparan agar masyarakat bisa merencanakan masa depan mereka.

“Mari bersama-sama kita bangun masyarakat Kota Ambon yang lebih sehat, lebih produktif, dan tangguh menghadapi risiko penyakit kritis,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Staf Ahli bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Rustam Simanjuntak, Wakil Ketua I DPRD Kota Ambon, Gerald Mailoa, Pimpinan OPD, Forkopimda Kota, Owner Phoenixtar, David Gozali, serta undangan lainnya.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *