TANIWEL, N25NEWS.id – Pekan demi pekan telah berlalu sejak peristiwa pembakaran rumah-rumah di Negeri Patahue, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Namun, bagi warga yang terdampak, upaya memulihkan kehidupan belum tentu selesai seiring berjalannya waktu.
Di tengah kondisi tersebut, SD Kristen Urimessing B2, Kota Ambon, hadir membawa bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada saudara-saudara mereka di Patahue. Meski bantuan yang diberikan tidak seberapa, aksi sosial ini membawa pesan bahwa warga terdampak tidak dilupakan.
Kegiatan berbagi kasih tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Bulan Pekabaran Injil.
Momentum ini menjadi kesempatan bagi keluarga besar SD Kristen Urimessing B2 untuk mewujudkan nilai kasih Kristus melalui tindakan nyata, sekaligus mempererat persaudaraan antarsesama.
Kepala SD Kristen Urimessing B2, Devis Polhaupessy.S.Pd mengatakan bantuan yang dibawa pihak sekolah memang tidak besar. Namun, ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang masih menghadapi dampak dari peristiwa pembakaran rumah.
Menurutnya, kepedulian tidak harus menunggu seseorang memiliki banyak hal untuk diberikan. Kehadiran dan kesediaan berbagi juga menjadi bagian penting dalam menguatkan saudara-saudara yang sedang menghadapi kesulitan.
Aksi sosial ini sekaligus mencerminkan visi SD Kristen Urimessing B2, yakni “Berbagi Kasih, Membangun Persaudaraan dalam Kasih Kristus.” Nilai tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembelajaran di sekolah, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.
Bantuan itu diterima langsung oleh Ketua Klasis Taniwel, Pdt.Yohanes Makatita, M.Ph.
Kehadiran keluarga besar SD Kristen Urimessing B2 di Patahue menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap korban bencana sosial tidak semestinya berhenti ketika perhatian publik mulai berkurang.
Bagi warga yang terdampak, dukungan sekecil apa pun dapat menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi masa pemulihan sendirian.
Sebab, berbagi kasih bukan sekadar menyerahkan bantuan, melainkan menjaga agar persaudaraan tetap hidup ketika sesama sedang berjuang untuk bangkit kembali.
Editor : Redaksi