AMBON, N25NEWS.id – Dewan Pimpinan Daerah Anak Seram Bersatu (DPD ASB) Provinsi Maluku membantah informasi yang beredar di media sosial maupun ruang publik yang menyebut proyek peningkatan Jalan SP Lintas Seram–Wailoping, Kabupaten Maluku Tengah, mangkrak.
Ketua DPD ASB Maluku, Joses Do Santos Walalayo, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia meminta seluruh pihak menghentikan penyebaran informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi menyesatkan masyarakat.
“Kami mengimbau agar tidak menyebarkan informasi yang tidak didukung data dan fakta. Kritik tentu sah, tetapi harus disampaikan berdasarkan bukti yang akurat sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru terhadap BPJN Maluku,” ujar Walalayo.
Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan tim ASB di lapangan, proyek peningkatan ruas jalan sepanjang 4,42 kilometer itu masih terus dikerjakan dan kini telah memasuki tahap pengaspalan lapis aus atau Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC).
Proyek tersebut dibiayai melalui APBN dengan skema Multi Years Contract (MYC) sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah. Pekerjaan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Walalayo menegaskan, ASB Maluku menghormati setiap kritik sebagai bagian dari fungsi kontrol masyarakat terhadap pembangunan. Namun, menurutnya, kritik harus dibangun di atas data yang valid agar tidak memunculkan informasi yang menyesatkan publik.
“Kami mengapresiasi BPJN Maluku, khususnya Satker II di bawah Ir. Toce Leuwol, ST., MT., yang terus melanjutkan pekerjaan hingga kini telah memasuki tahap pengaspalan. Kami juga akan terus mengawal proyek ini agar selesai sesuai target,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan ruas Jalan SP Lintas Seram–Wailoping memiliki nilai strategis karena menjadi jalur utama yang menghubungkan kawasan transmigrasi Kobisonta dengan Jalan Lintas Seram.
Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Maluku Tengah, khususnya wilayah Kobisonta dan sekitarnya.
ASB Maluku berharap masyarakat lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi terkait proyek pembangunan. Organisasi itu juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan fakta dan hasil pemantauan lapangan agar ruang publik tidak dipenuhi informasi yang belum terverifikasi.