AMBON,N25NEWS.id-Sebanyak 1.500 anak-anak dari berbagai group Jukulele di Kota Ambon mengikuti Festival Jukulele pada operasi Trisila TNI Angkatan Laut (AL) 2023 yakni dengan melaksanakan seni budaya dan lingkungan yang bertempat di Kapal Perang (KRI) Lantamal IX Ambon.
Karya bakti dalam musik budaya,pelayanan kesehatan dan bersih-bersih lingkungan pantai merupakan salah satu program dari Satgas Operasi Trisila TNI AL tahun 2023.
Komandan Lantamal (Danlantamal IX Ambon) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Said Latuconsina,S.E.,M.M,M.T.,mengatakan pelaksanaan festival Jukulele di atas kapal perang,merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan operasi Trisila TNI AL tahun 2023.
“Kita melaksanakan kegiatan operasi Trisila ini,selain untuk mengangkat budaya khususnya musik tradisional Jukulele,tetapi kita juga ingin kegiatan ini dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk naik kapal perang,”ungkap Danlantamal IX Ambon,Said Latuconsina,kepada wartawan,Kamis (11/5).
Dijelaskannya lagi dengan adanya masyarakat yang naik kapal perang,tentu mereka berkesempatan melihat secara dekat kapal perang dengan alutsista yang menjadi kebanggaan pertahanan laut Negara Republik Indonesia dan bahkan mereka juga bisa berkomunikasi secara langsung dengan ABK KRI yang setiap saat membawa kapal perang tersebut.
Selain itu, menurut Danlantamal IX Ambon,dimasukannya budaya Maluku dan lingkungan dalam kegiatan operasi Trisila TNI AL ini,tentu TNI AL memiliki misi jelas untuk melestarikan budaya dan juga tetap menjaga lingkungan.
“Kita ingin ada komunikasi yang erat dengan masyarakat,olehnya kita buat kegiatan Jukulele di kapal perang.Biasanya kegiatan Jukulele kan di gedung atau di Gong Perdamaian,tetapi kita buat kali ini di kapal perang agar anak-anak bisa berkesempatan bermain Jukulele di atas kapal perang,”paparnya.
Sementara itu,Nicho Tulalessy yang adalah salah satu koordinator Mollucan Jukulele Leaders (MJL) mengatakan,kegiatan ini merupakan kegiatan bulanan dari MJL yaitu Manise Badendang Jukulele.Dimana, anak-anak dari berbagai komunitas group Jukulele tampil di dua kapal perang yakni KRI Lada dan KRI Weda.
“Kegiatan kita ini merupakan kerjasama dengan Lantamal IX Ambon.Olehnya,kita bersyukur pa Danlantamal sangat mendukung kami dalam melakukan hal yang luar biasa ini, karena mungkin kegiatan konser Jukulele di atas kapal perang adalah yang pertama kali di dunia,”ujarnya bangga.
Dijelaskan Nicho Tulalessy dalam kegiatan tersebut pihak MJL hanya memberikan batas kepada peserta yang ikut 1.200 tetapi ternyata membludak menjadi 1.500 anak-anak yang ikut kegiatan tersebut.
“Kita memang kasih batas hanya untuk 1.200 anak-anak saja,tetapi banyak anak yang hadir,sehingga kita layani,karena kita tidak ingin anak-anak kecewa dan kapan lagi anak-anak bisa bermain Jukulele di atas kapal perang,”tuturnya.
Lebih lanjut,Nicho Tulalessy mengatakan 1.500 anak-anak yang hadir ini merupakan anak-anak dari 45 group Jukulele di Kota Ambon dan Maluku Tengah.Selain itu,kegiatan tersebut berlangsung dari pagi pukul 08.00 WIT hingga malam pukul 08.00 WIT.
“Untuk itu,saya berharap kegiatan di kapal perang ini,tentu anak-anak termotivasi untuk bercita-cita menjadi prajurit TNI AL.Saya juga bangga karena anak-anak bukan hanya bermain Jukulele di kapal perang,tetapi mereka juga mendapat edukasi tentang wawasan kebangsaan dari TNI AL,”tandasnya.
Editor : Aris Wuarbanaram