AMBON,N25NEWS.id-Setelah mendapat pemberitahuan dari pihak penyelenggara lari Ultra Marathon 1.350 KM Guiness World Recor secara resmi dibatalkan.
Akibat situasi keamanan Timur Tengah yang belum kondusif, membuat pelari Ultra Marathon Indonesia asal Kota Ambon,Provinsi Maluku Matheos Berhitu mulai alihkan fokusnya untuk Sabah Masters Athletics Open Championship (SAMOC) 2026 yang akan berlangsung di kinabalu malaysia 12-14 Juni 2026.
Matheos Berhitu ketika di hubungi langsung dari Jakarta mengatakan,saat ini, dirinya tidak lagi memikirkan kejuaraan dunia Ultra Marathon Yordania 2026 yang telah di batalkan.Tetapi akan fokus perhatian bersama tim ke Malaysia.
“Sampai saat ini kami tetap berlatih dan terus berlatih untuk kembali meraih prestasi lebih baik dari SAMOC 2025 lalu,”ujarnya.
Adapun,Berhitu akan kembali bertanding/lomba pada beberapa nomor di Samoc 2026 tersebut.
Untuk itu dirinya berharap ada dukungan dari sponsor maupun pemerintah daerah,serta Kemenrian Pemuda Olahraga (Kemenpora) terhadapnya.
“Disebabkan kami bertanding ini membawa nama daerah dan bangsa, serta kami juga memohon dukungan doa dari seluruh masyarakat Indonesia terutama Kota Ambon dan Provinsi Maluku,”ujarnya.
Sedangkan Ketua Matheos Moluccas Runner (MMR),Josyes Do Santos Walalayo kepada media mengatakan, saat ini pihaknya lagi menyiapkan segala admistrasi yang berkaitan dengan persiapan,maupun keberangkatan bung Matheos Berhitu.
Selain itu, dari tim club terus memantau,serta mendampingi Berhitu selama melakukan latihan di Jakarta dan atlet tersebut sangat siap berjuang untuk mengharumkan nama daerah, bangsa dan Negara.
Sedangkan terkait dengan dukungan dari pemerintah daerah Walalayo menegaskan akan membangun komunikasi dengan pemerintah kota (Pemkot) Ambon dalam hal ini Wali Kota Ambon.
Dikarenakan dirinya pernah membangun komunikasi dengan Pemkot Ambon,terkait persoalan olahraga dan sangat direspon dengan baik dari Pemkot Kota Ambon terutama Wali Kota Ambon Drs Bodowin M Wattimena.
“Saya yakin Berhitu akan memberikan yang terbaik pada kejuaraan master tersebut,”ujar Santos.
Hal itu,dikarenakan pada kejuaraan SAMOC 2025 lalu atlet kelahiran Ambon 4 Desember 1972 finis di urutan ke-3 nomor 200 meter putra dengan catatan waktu 25,12 detik,hanya terpaut tipis dari pelari Singapura di posisi kedua dengan waktu 25,10 detik dan pelari tuan rumah yang menjadi juara dengan catatan waktu 25, 09 detik.
“Itupun bertanding/lomba dalam keadaan cedera hamstring pada putaran final 100 meter putra di kategori master U-50-55 Tahun dan berhasil finis posisi ke-4,”ujar Walalayo lagi.
Untuk diketahui, pada Sabah Masters Athletics Open championship ( SAMOC 2026 ada dua kategori yang di pertandingkan antara lain, Junior Master dengan usia 30-34 tahun dan Master pada U-35, U-40, U-45, U-50, U-55, U-60, U-65, U-70, U-75, U-80, U-85, U-90, 95+.(**)