Pengusaha Sound System Asal Amerika Serikat Janji Donasi 50 Alat Musik Ukulele Kepada AUKC

by -17 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Pengusaha sound system yang berasal dari Amerika Serikat berjanji akan berikan donasi berupa alat musik tradisional Ukulele sebanyak 50 buah dengan kualitas yang bagus.

Hal ini dikatakan,Founder Amboina Ukulele Kids Community (AUKC), Nicho Tulalessy di Ambon belum lama ini.

Dikatakanya,selain AUKC merasa bahagia karena akan di donasi 50 buah ukulele oleh pengusaha Amerika Serikat yang adalah pemilik perusahaan sound system di negara adidaya tersebut bagi komunitas mereka,namun kegiatan AUKC ini terasa spesial karena di hadiri oleh Ridho Slank,salah satu gitaris grup musik terkenal di Indonesia yakni Slank.

“Saya sangat bersyukur, karena aktivitas AUKC selama 3 tahun berjalan,puji Tuhan, ternyata diperhatikan orang luar dan orang Maluku yang ada di daerah-daerah lain,”kata Nicho Tulalessy.

Selain itu,pihaknya (AUKC) juga sementara mencari sponsor untuk AUKC dan ini,bagi pihaknya sangat sangat luar biasa terutama untuk komunitas Ukulele di Ambon dan Maluku pada umumnya.

Diakuinya juga bahwa masih banyak anak-anak di AUKC yang orang tua mereka kurang mampu untuk membeli ukulele yang kualitas bagus (mahal).Olehnya dirinya akan berupaya menggalang lagi donasi dari negara-negara lain.

“Jadi saya cukup bahagia karena komunitas ukulele ini,bisa dikunjungi oleh Ridho Slank yang peduli terhadap aktivitas musik tradisional.Saya harap artis-artis asal Maluku di Jakarta,kalau sebut mereka cinta Ambon dan Maluku,maka suportlah apa yang kami lakukan,apalagi di Ambon City of Music,”ujarnya.

Adapun,Nicho Tulalessy meminta jika artis-artis asal Maluku di Jakarta,kalau tidak mensuport Ukulele,bisa mensuport komunitas musik tradisional lainnya seperti, totobuang, tahuri maupun musik tradisional lainnya di Maluku,yang memang sangat membutuhkan dukungan basudara Maluku yang ada di luar.

Sementara itu, Ridho Slank mengatakan bahwa dirinya sudah mendengar tentang aktivitas komunitas Ukulele di Ambon,namun dirinya belum pernah bertemu langsung dengan komunitas ini dan ia merasa pertemuan ini merupakan suprise (kejutan) dan dirinya tidak menyangka anak-anak jumlah anak-anak di komunitas ini sangat banyak dan bahkan animo mereka luar bisa.

Terkait dengan musik tradisional,bassis Slank ini mengatakan bahwa,tidak bisa dipungkiri musik tradisional di Maluku merupakan warisan budaya, kultur yang merupakan anugerah Tuhan bagi orang Maluku.Sebab selain memiliki beragam musik,namun Maluku diberikan alam yang mempesona yang cocok berbaur dengan musik tradisional Maluku itu sendiri.

“Saya tidak ragu untuk bilang banyak bakat,talenta yang luar biasa dari tanah Maluku soal musik.Baik itu, pencipta lagunya,pembuat alat musik,hal ini membuktikan SDM pelaku musik di Maluku berkualitas,”ucap Ridho Slank saat mengunjungi komunitas Amboina Ukulele Kids Community.

“Saya melihat anak-anak cukup optimis bahwa ada regenerasi paling tidak mereka mengenal harmoni.Mengapa ?, karena harmoni itu gabungan beberapa nada yang berbeda menjadi satu kesatuan yang betul-betul enak didengar,itulah harmoni,”kata Ridho Slank.

Dia juga mengatakan perbedaan di Maluku tidak ada masalah yang penting semua pihak berjalan baik-baik,semua akan indah,sebab justru keberagaman itu indah.Dan seperti ukulele nada-nadanya beda,tapi dimainkan dengan benar akan dapat satu harmoni yang bagus dan dirinya sangat terkesan dengan anak-anak disini.

“Terkait musik tradisi,justru saya sudah dari 2010 saya ingin sekali untuk mengkepcer alat-alat musik tradisional di Indonesia dari Aceh sampai Papua.Dan ini salah satu misi saya dan saya tim kepcer alat-alat musik tradisional di Indonesia salah satunya di Ambon.Seperti,tifa, totobuang, tahuri,suling,sawat,bambu okelstra, ukulele macam-macam banyak sekali.Jadi ini harus di kepcer supaya anak-anak juga tau bahwa bermain totobuang itu bagaimana ?,itu di petik, dipukul atau diapain mereka tidak tau,”jelasnya.

“Tetapi dengan kita mengkepcer kita punya litarasi atau band tentang alat-alat musik yang ada di Indonesia.Jadi ini buat saya seperti never and the Story dan saya bukan yang pertama tetapi ada yang harus melanjutkannya,karena yang membedakan kita dengan orang lain atau dengan negara lain adalah kebudayaan kita.

Masa depan musik tradisi di Indonesia itu bisa jadi hilang kalau tidak ada yang konsen terhadap itu.Karena apa ia mau bilang manset juga penting, musik tradisional juga penting.Kalian jangan berpikir bahwa musik tradisional itu hanya main di tempat-tempat wisata,ataupun di lobi-lobi hotel,kalau memang mereka punya kemampuan bagus mereka bisa buat konser sendiri, seperti ini,ini kan sebuah konser.

“Jadi kita harus lihat konsep sendiri jangan tunggu.Sampai kita tunggu,misalnya kalau saya dari jalur modern akan menghayer musisi tradisional balik, musisi tradisional menghayer musisi konterporer,karena apa,karena mereka punya kemampuan,konsep itu yang membedakan,jadi penting kalau kita tidak jaga betul-betul akan hilang dan itu sudah terbukti ada beberapa alat musik tradisional yang sudah punah,”tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *