AMBON,N5NEWS.id-Masyarakat Desa Balatar Kecamatan Aru Tengah Timur memerlukan perhatian dan bantuan pemerintah Kabupaten kepulauan Aru,maupun provinsi Maluku ,ditengah krisis air bersih akibat kemarau panjang saat ini.
David Oru yang merupakan masyarakat setempat kepada media ini mengatakan,masyarakat di desanya sangat kecewa dengan kepala desanya,yang hingga saat ini tidak melakukan tindakan apapun terkait krisis air yang dialami kampung tersebut,Minggu (18/10/2026).
Menurutnya ,kepala desa harus terbuka dalam penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) yang sebelum efisiensi diberlakukan ,nilainya sebesar Rp 1 Miliar maupun saat ini setelah pemotongan oleh pemerintah.
“Kami mendesak Bapak Gubernur Maluku dan Bupati Kepulauan Aru untuk menyikapi kekeringan yang berakibat krisis air dan kami juga mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan Dana Desa (DD) yang selama ini tidak jelas pertanggung jawaban,banyak sarana fisik yang sebenarnya sangat mendesak untuk segera direhabilitasi ,salah satunya gedung sekolah dasar ,” jelasnya.
Selain itu juga para pegawai dan staf kantor desa tersebut sudah 10 bulan tidak mendapat gaji.
Hingga saat ini desa yang didiami oleh 70 kepala keluarga ini,warganya bergotong royong berusaha mencari sumber air dengan melakukan penggalian secara tradisional dengan menggunakan alat seperti linggis,sekop dan peralatan lainnya.(**)