Pelantikan Dan Pengukuhan Adat Raja Negeri Sameth Samasuru Resirolo Dengan Gelar Upu Latu Sirawane

by -370 views
by

SAMETH,N25NEWS.id-Proses pelantikan dan Pengukuhan secara adat Raja Negeri Sameth, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng),berjalan lancar dan tanpa kendala apapun.Dimana ,sebelumnya prosesi pelantikan secara pemerintahan pada tangga 27 Agustus 2022 oleh Bupati Maluku Tengah,Abua Tuasikal,itupun tidak mengalami kendala.

“Puji syukur pelantikan secara adat berjalan lancar dan itu semua bukan karena kehebatan saya,namun atas kehendak Tuhan,”kata Raja Negeri Sameth Stevi Reuwpassa kepada N25NEWS.id,saat diwawancarai secara eksklusif langsung dari Sameth, Kamis (22/9).

Dikatakannya,tugas pertama yang dia lakukan adalah mengadakan rekonsiliasi untuk perdamaian di Negeri Sameth.Sebab, negeri yang damai sudah barang tentu pembangunan bisa dilakukan.Demikian sebaliknya jika tidak ada perdamaian pembangunan tidak bisa berjalan.

“Olehnya,saya minta semua pihak mempererat persekutuan orang basudara,Pela Gandong bahkan dengan negeri tetangga ada perdamaian dan itupun kita sepakat lakukannya tanpa paksaan atau intervensi dari pihak siapapun,”ujar Stevi Reuwpassa.

Selain itu,kata Stevi Reuwpassa Negeri Sameth secara administrasi belum terlalu dikenal untuk itu,selaku Kepala Pemerintahan Negeri Sameth telah melakukan koordinasi dengan suluruh anak-anak Sameth di tanah perantauan.

“Langkah yang kami lakukan adalah memperkenalkan potensi dan sumber daya alam.Dimana kita akan bangun Baileo,karena dari Baileo kita perkenalkan identitas kita sebagai negeri adat untuk dunia,”ucapnya.

“Olehnya saya menghimbau supaya kita anak-anak Negeri Sameth sama-sama bergandengan tangan mulai dari masyarakat,staf,dan Saniri Negeri harus bersatu,karena ini merupakan tanggung jawab milik kita semua di Negeri Samasuru Resilolo,”imbaunya.

Dia juga berharap persoalan pro dan kontra Negeri Sameth,segera diakhiri,”Karena itu,mari kita jangan saling curiga,benci satu sama yang lain,tetapi saya ajak kita semua bersatu untuk Negeri Sameth yang kita cinta bersama,”tandasnya.

Dikesempatan yang sama,Fredy Payer salah satu tokoh muda Negeri Sameth menyampaikan pesan selamat kepada Upu Latu Silawane sebagai Raja Negeri Sameth.

“Saya sebagai generasi muda Negeri Sameth menyampaikan selamat kepada Upu Latu Sirawane sebagai Raja Negeri Sameth,semoga Bapa Raja mampu membawa Sameth kearah lebih baik sesuai dengan visi-misi untuk melestarikan tatanan adat budaya dan persaudaraan dalam bingkai Orang basudara di Negeri Sameth,” ucap Payer.

Adapun,Fredy Payer optimis Raja Negeri Sameth (Stevi Reuwpassa) mampu membangun satu hubungan relasi yang baik untuk proses perdamaian terkait pro dan kontra di Negeri Sameth.

“Intinya kami selaku pemuda tetap mendukung Raja Negeri Sameth dalam seluruh proses rekonsiliasi untuk membangun Negeri Sameth kedepan,”tuturnya.

Sementara itu,Tua Negeri,Kepala Adat dan Kepala Kewang,Upu Latu Hena Amanupui Samasuru Resilolo,Meki Rihia/Rihi mengatakan,pengukuhan Raja Negeri Sameth, didahului dengan berkumpulnya masyarakat, tokoh-tokoh adat dan Kepala-Kepala Soa untuk persiapan pelantikan dan pengukuhan raja yang nantinya dilantik oleh Bupati Maluku Tengah.

Selain itu,para tokoh adat ini bersepakat dengan satu tujuan yaitu agar pelantikan dan pengukuhan Raja Negeri Sameth ini berjalan lancar dan tidak ada hambatan.

“Saya selaku Hena Upu merangkul semua dalam proses pengukuhan raja secara adat.Supaya bukan hanya pemerintah dengan pemerintah saja,namun pemerintah dengan adat juga ada kerjasama,”ujar Meki Rihia.

Untuk itu dia berharap,pengukuhan Raja Negeri Sameth sudah sah,karena telah sesuai dengan adat dan secara prosesi pelantikan secara pemerintah.Olehnya secara hukum dan adat sah tidak bisa diganggu gugat.

Sementara itu Ketua Saniri Negeri Sameth Josep Tahyamewakili seluruh tokoh adat dan tokoh masyarakat Negeri Sameth memberikan selamat kepada Upu Latu Sirawane dan  harapan setelah di lantik dan di kukuhkan sebagai Raja Adat  dapat mengembalikan fungsi dan tatanan adat istiadat, seiring perkembangan era globalisasi telah terkikis habis bahkan hilang.

Dirinya mencontohkan  budaya pela gandong yang biasanya di lakukan Panas Pela dan Panas Gandong yang sudah berpuluh-tahun tidak di lakukan bahkan fungsi-fungsi adat lainnya di Negeri,seperti budayaMasohi, di mana satu keluarga bangun rumah samua basudara datang membantu tanpa berharap bayaran dan masih banyak lagi yang lainnya yang menjadi PR bersama anak Negeri Sameth kedepannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *