AMBON, N25NEWS.id – Membangun generasi unggul tidak hanya berbicara tentang prestasi akademik, tetapi dimulai dari memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, terlindungi, dan penuh dukungan.
Pesan kuat itu disampaikan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE., saat hadir sebagai narasumber dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Anak Kota Ambon Tahun 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Forum Anak Kota Ambon (FAKOTA) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Ambon, sebagai ruang penting bagi anak-anak untuk menyuarakan aspirasi dan terlibat langsung dalam arah pembangunan daerah.
Mengangkat tema “Optimalisasi Ketahanan Anak dan Remaja serta Pencegahan Perilaku Berisiko”, Dr. Edi menegaskan bahwa tantangan anak dan remaja di era saat ini semakin kompleks dan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Mulai dari persoalan kesehatan mental, perundungan, penyalahgunaan narkoba, paparan konten negatif di ruang digital, hingga perkawinan anak, semuanya menjadi ancaman nyata yang dapat merusak masa depan generasi muda apabila tidak ditangani secara bersama-sama.
“Ketahanan anak dan remaja harus diperkuat melalui kolaborasi keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Anak-anak tidak boleh dibiarkan menghadapi persoalan mereka sendiri,” tegas Dr. Edi dalam paparannya.
Ia menekankan bahwa pencegahan perkawinan anak harus menjadi perhatian serius semua pihak. Remaja perlu dipersiapkan agar memiliki perencanaan kehidupan yang matang, keterampilan hidup atau life skills, serta karakter yang kuat untuk menghadapi berbagai tekanan dan tantangan zaman.
Menurutnya, keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.
Kehadiran ayah dan ibu dalam pengasuhan tidak hanya penting secara emosional, tetapi juga menjadi benteng pertama untuk melindungi anak dari berbagai perilaku berisiko.
“Anak yang tumbuh dengan dukungan keluarga yang kuat akan memiliki kepercayaan diri, ketahanan mental, dan kemampuan mengambil keputusan yang lebih baik,” ujarnya.
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Anak Kota Ambon Tahun 2026 ini diharapkan tidak sekadar menjadi forum seremonial, melainkan menjadi wadah nyata untuk mendengar suara anak dalam menentukan arah pembangunan Kota Ambon ke depan.
Aspirasi, kebutuhan, dan gagasan anak harus menjadi bagian penting dalam kebijakan pembangunan, terutama dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak, bebas kekerasan, serta memberi ruang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.
Melalui sinergi seluruh pihak, Kota Ambon diharapkan semakin siap mewujudkan predikat Kota Layak Anak, sekaligus mengambil peran besar dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Karena masa depan Ambon dan Maluku tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik hari ini, tetapi oleh seberapa kuat daerah ini menjaga, melindungi, dan menyiapkan anak-anaknya untuk menjadi pemimpin masa depan.
Sumber : BKKBN Maluku
Editor : Redaksi