SAUMLAKI,N25NEWS.id-Momen paling menyentuh dan penuh makna terjadi saat sesi tanya jawab dalam pertemuan Panglima Kodam (Pangdam) XV/Pattimura, Mayjen TNI Dodi Triwinarto, S.I.P., M.Han., bersama seluruh prajurit dan ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Kodim 1507/Saumlaki.
Di tengah suasana akrab dan kekeluargaan, sebuah pertanyaan jujur dan mendalam dilontarkan oleh salah satu ibu Persit yang hadir dari jajaran Koramil 1507-04/Larat.
Dengan sopan dan lembut, Ibu tersebut mengutarakan keresahan, sekaligus keinginan hatinya.
“Bapak Pangdam, bagaimana cara kami para istri agar bisa menjadi penyejuk hati bagi suami, sehingga mampu memberikan dukungan terbaik saat suami menjalankan tugas yang berat, jauh dari rumah, dan penuh risiko?,”tanya ibu Persit tersebut.
Pertanyaan sederhana, namun sangat mendasar itu seolah mewakili isi hati seluruh istri prajurit yang hadir.
Tanpa perlu berpikir panjang, dengan tatapan bijak dan nada tegas namun hangat, Pangdam langsung menjawab secara spontan, lugas, dan menggema di seisi tenda pertemuan.
“Jadikan Suamimu raja di rumah.”ucap Pangdam singkat.
Satu kalimat singkat itu langsung menjadi jawaban kunci yang melekat kuat di benak setiap Ibu yang hadir. Pangdam pun kemudian menguraikan makna mendalam dari pesan emas tersebut agar benar-benar dipahami dan diamalkan.
“Maksud saya begini, bu. seberat apa pun beban yang dipikul suami Ibu di luar sana, sekeras apa pun tantangan yang dihadapinya saat menjaga keamanan wilayah, selelah apa pun fisik dan pikirannya setelah bertugas, begitu ia melangkah masuk ke pintu rumah Ibu, perlakukan ia layaknya seorang raja,” jelas Mayjen Dodi.
Menurut Pangdam, di medan tugas maupun di lingkungan satuan, seorang prajurit harus bersikap tegas, disiplin, kuat, dan siap menghadapi siapa saja. Namun, rumah tangga harus menjadi satu-satunya tempat istirahat paling damai, paling nyaman, dan paling aman bagi mereka. Di rumah, ia tidak lagi sekadar seorang prajurit atau pemimpin, melainkan seorang kepala keluarga yang butuh kasih sayang, perhatian, dan pemahaman.
Berikan penghormatan, berikan kenyamanan, berikan pelayanan terbaik, dan berikan kasih sayang yang tulus. Jadikan ia raja, maka hati suami akan sejuk.
Ketika hatinya sejuk karena kehadiran dan perlakuan Ibu, percayalah, semangatnya akan berlipat ganda. Ketenangan itulah yang akan dibawanya kembali ke satuan dan ke tugasnya, sehingga ia bisa berpikir cerdas, bertindak bijak, dan menghasilkan prestasi gemilang, tambahnya.
Lebih jauh, Pangdam menegaskan bahwa menjadikan suami sebagai raja bukan berarti membiarkan mereka berbuat semena-mena, melainkan bentuk memuliakan, menghargai, dan memahami besarnya pengorbanan yang mereka emban demi negara.
“Penyejuk hati itu lahir dari rasa hormat, rasa sayang, dan kesabaran Ibu-Ibu sekalian. Saat suami lelah pulang bertugas, sambutlah dengan senyum, bukan dengan keluhan. Saat suami punya masalah, jadilah pendengar setia dan pemberi semangat, bukan penambah beban. Di situlah letak kekuatan Ibu sekalian, di situlah kunci keberhasilan suami, tegas Pangdam diiringi anggukan setuju dan tepuk tangan haru dari seluruh Ibu Persit.
Jawaban spontan “Jadikan suamimu raja” ini kini menjadi bekal berharga bagi seluruh istri prajurit Kodim 1507/Saumlaki, termasuk mereka yang bertugas di pulau-pulau terluar seperti Larat. Sebuah rumus sederhana namun ampuh, dukungan terbesar untuk keberhasilan tugas suami, bermula dari kedamaian dan keharmonisan yang dibangun oleh sang istri di dalam rumah.(JM)