Dua Tahun Program MBG Berjalan, Siswa di Pulau Buano Belum Tersentuh

by
by

SBB,N25NEWS.id  – Di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah, siswa di Pulau Buano, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, disebut belum menikmati layanan tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pemerataan pelaksanaan program nasional, terutama bagi anak-anak sekolah yang berada di wilayah terpencil dan masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sorotan itu disampaikan Wakil Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Seram Bagian Barat, Tion Rinaldi Ulath. Ia mengaku prihatin karena hingga kini program MBG belum terealisasi bagi siswa di sekolah-sekolah wilayah Pulau Buano, Kecamatan Huamual Belakang.

Menurut Tion, keterlambatan tersebut perlu mendapat penjelasan dari pihak terkait.

Sebab, sejumlah persiapan infrastruktur, termasuk pembangunan dapur MBG di Pulau Buano, disebut telah dilakukan. Pihak sekolah juga diklaim berulang kali menyampaikan data yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan program.

“Dapur MBG sudah dibangun di Pulau Buano, tetapi selama dua tahun ini belum juga berjalan. Data dari pihak sekolah Pulau Buano juga sudah berulang kali disampaikan. Lantas, apa yang menjadi kendala sehingga program ini belum juga direalisasikan?” tegasnya.

Tion menilai, belum berjalannya layanan MBG di wilayah tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan. Menurutnya, program ini bukan sekadar agenda pemerintah, melainkan menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah dan masa depan generasi muda.

Ia juga mempertanyakan lambannya realisasi program di Pulau Buano, mengingat kondisi geografis wilayah kepulauan dan keterbatasan akses yang dihadapi masyarakat setempat.

Bagi Tion, tantangan geografis semestinya menjadi pertimbangan dalam menyusun pola distribusi dan pelayanan, bukan alasan yang membuat anak-anak di wilayah terpencil terus tertinggal dari penerima manfaat di daerah lain.

Ia mendesak instansi dan pihak pelaksana terkait segera memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab belum beroperasinya layanan MBG, termasuk memastikan kesiapan dapur, mekanisme distribusi, serta jadwal pelaksanaan bagi sekolah-sekolah di Pulau Buano.

“Kami berharap program ini segera direalisasikan. Jangan sampai Presiden Prabowo sudah turun dari jabatannya, tetapi siswa-siswa di Pulau Buano belum pernah sekalipun menikmati program Makan Bergizi Gratis,” tandasnya.

Tion menegaskan, pemerataan program pemerintah harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai kebijakan yang ditetapkan sebagai prioritas nasional belum menjangkau anak-anak sekolah di wilayah yang juga membutuhkan perhatian.

Kini, persoalan yang mengemuka bukan hanya pembangunan fasilitas dapur MBG, tetapi juga kepastian operasional dan pelayanan kepada siswa. Sebab, manfaat program tidak akan dirasakan masyarakat jika fasilitas yang telah disiapkan belum diikuti pelaksanaan nyata.

Anak-anak di Pulau Buano membutuhkan kepastian, bukan sekadar rencana. Pertanyaan yang menunggu jawaban pemerintah adalah: kapan mereka benar-benar bisa menikmati Makan Bergizi Gratis?

Penulis : Ogen Pesireron

Editor   : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *