BKKBN Maluku Laksanakan Rekonsiliasi Stunting Di Kabupaten Maluku Tengah

by
by

MASOHI,N25NEWS.id-Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku melaksanakan pertemuan dalam rangka Rekonsiliasi Stunting di Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang bertempat di lantai 3 aula kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapplitbangda),Rabu (28/9).

“Stunting merupakan permasalahan serius dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia saat ini dan kedepannya,”ungkap Penjabat Bupati Malteng,DR. Muhammad Marasabessy,SP.,ST.,M.Tech,dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Maluku Tengah,M.Bahrun Kalauw,SH.

Dikatakannya,Stunting ini taruhannya terlalu besar kalau diabaikan dan dampaknya jangka panjang sehingga tidak bias mengukur jangka waktu yang seketika dalam penanganannya.Oleh karena itu dalam penanganan Stunting ini harus melihat banyak aspek seperti aspek Keluarga, aspek Kesehatan dan aspek perilaku.

Artinya pengentasan stunting harus dilakukan secara terpadu serta butuh komitmen yang kuat, tidak hanya menjadi tugas instansi leader, tapi butuh keterlibatan semua pihak yang ada dinegeri ini. Karena tanpa komitmen dan kemampuan yang kuat untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman stunting.

“Maka gerakan kita hari ini pastilah sia-sia, dan dapat dipastikan kegiatan kita hanya sebatas semboyan tapi miskin gerakan,”ujarnya.

Selain itu,tantangan ini tentunya harus ditangani secara baik, terukur, terarah dan akuntabel, melalui kerja nyata, kerja cepat dan kerja professional, dengan membangun sinergi, kolaborasi dan akselerasi semua pihak, baik itu masyarakat, swasta, organisasi non pemerintah, dunia usaha, dunia kerja, perguruan tinggi serta pihak lainnya.

“Agar kita tetap bisa membangun generasi masa depan menjadi generasi yang unggul, berdaya saing dan berkualitas,”paparnya.

“Kita jangan lengah, intervensi program dan kegiatan penurunan angka stunting harus tetap dijalankan secara berkelanjutan sampai ke kelompok terkecil dalam masyarakat yakni keluarga, baik di negeri maupun di kabupaten,”tambahnya.

Sinergi dan kolaborasi seluruh peranghkat daerah sangat penting, jangan melempar tanggungjawab, karena penanganan stunting adalah tanggungjawab bersama, untuk itu diperlukan peran semua pihak secara konvergensi agar target penurunan angka prevelensi stunting di Malteng dapat tercapai secara optimal.

Artinya diakhir tahun 2022 nantinya penurunan angka Stunting di Kabupaten Maluku Tengah harus menunjukan perubahan dengan semakin fluktuatifnya angka stunting, jangan justru meningkat, oleh karenanya Penjabat Bupati Maluku Tengah menegaskan kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Malteng agar supaya menyusun strategi dan sinergi agar semua lini bergerak cepat dalam melakukan penanganan penuruinan stunting diseluruh desa/negeri yang menjadi lokus penanganan stunting.

Dikesempatan yang sama,Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Sarles Brabar, SE.,MSi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Koordinator Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Marthin Manuputty, S.Sos.,M.Si menyatakan bahwa Mewujudkan generasi emas 2045 merupakan impian indonesia.

Diharapkan pada usianya yang ke-100 tahun Indonesia dapat memanfaatkan peluang bonus demografi dengan tersedianya SDM berkualitas, yakni sumber daya manusia yang sehat, cerdas, kreatif dan berdaya saing.

Dapat dikatakan kunci utama dalam mewujudkan mimpi tersebut terletak pada penyiapan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Salah satu tantangan pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas adalah stunting.

Sementara itu,dampak jangka pendek stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik serta gangguan metabolisme, sedangkan dampak jangka panjangnya adalah menurunnya kemampuan perkembangan kognitif otak anak, kesulitan belajar, kekebalan tubuh lemah sehingga mudah sakit serta berisiko tinggi munculnya penyakit metabolik.

Bahkan ketika dewasa nanti akan memiliki tubuh pendek, tingkat produktivitas yang rendah serta tidak memiliki daya saing di dalam dunia kerja.

Stunting merupakan ancaman utama dalam mewujudkan sumber daya manusia secara umum di Indonesia dan khususnya di Provinsi Maluku.

Ditambahkan, Salah satu pembaruan strategi percepatan penurunan stunting adalah pendekatan keluarga melalui pendampingan keluarga berisiko stunting untuk mencapai target sasaran, yakni calon pengantin (catin)/calon pasangan usia subur (PUS), ibu hamil dan menyusui sampai dengan pasca salin, dan anak 0-59 bulan.

Dalam pelaksanaan pendampingan keluarga berisiko stunting diperlukan kolaborasi di tingkat lapangan bersama lintas tersektor terkait.
Tim pendamping keluarga diharapkan berperan sebagai ujung tombak percepatan penurunan stunting.

Yang akan mengawal proses percepatan penurunan stunting dari hulu, terutama dalam pencegahan, mulai dari proses inkubasi hingga melakukan tindakan pencegahan lain dari faktor langsung penyebab stunting.

Kebijakan program harus inklusif terhadap pluralitas daerah dan mengapresiasi nilai-nilai luhur budaya.

Keluarga harus betul- betul menjadi wahana utama dan pertama sebagai instrumen pembentukan karakter bangsa.
Pencegahan dan percepatan penurunan stunting ini sudah barang tentu tidak hanya dapat di lakukan oleh dinas tertentu, tetapi membutuhkan kolaborasi dan koordinasi yang baik antara lintas sektor, baik instansi pemerintah, maupun mitra dan swasta sesuai dengan tugas masing masing baik penanganan secara sensetif maupun spefisik.

Sehingga, dengan upaya upaya yang dilakukan dapat mencagah bahkan memeprcepat penurunan stunting di Kabupaten Malteng secara khusus dan di provinsi Maluku secara umum.

Peserta yang hadir sebanyak 40 orang yang terdiri dari Dinas/Instansi terkait yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Maluku Tengah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Narasumber pada kegiatan Rekonsiliasi Stunting Kabupaten Maluku Tengah yaitu dari Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah dan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPLITBANGDA) Kabupetn Maluku Tengah.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *