SAPARUA, N25NEWS.id – Pemerintah Provinsi Maluku menggelar upacara peringatan Hari Pattimura ke-209 di Lapangan Merdeka Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (15/5).
Dalam upacara tersebut, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa bertindak selaku Upu Latu Upacara.
Dalam sambutannya, Lewerissa mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk tidak sekadar mengenang perjuangan Kapitan Pattimura sebagai peristiwa sejarah, tetapi menjadikannya semangat perjuangan yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat Maluku saat ini.
“Dalam memperingati HUT Pattimura ke-209, kita kembali mengenang sebuah peristiwa besar dalam sejarah perjuangan rakyat Maluku. Dentuman meriam dan bunyi ledakan di Benteng Duurstede kala itu dilawan dengan pekik perlawanan yang mengguncang kesunyian penindasan,” kata Lewerissa.
Ia menuturkan, sosok Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura menjadi simbol keberanian rakyat Maluku dalam melawan ketidakadilan dan penjajahan.
“Kapitan Pattimura berdiri tegak dengan parang dan salawaku di tangan. Ia tidak hanya melawan peluru dengan keberanian, tetapi juga melawan ketidakadilan dengan martabat,” ujarnya.
Gubernur kemudian mengingatkan pesan legendaris Pattimura sebelum menjalani hukuman gantung di depan Benteng Victoria, Kota Ambon.
“Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura muda akan bangkit,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta upacara.
Menurutnya, perjuangan Pattimura di masa kini bukan lagi melawan kolonialisme, melainkan menghadapi tantangan kemiskinan, kebodohan, ketimpangan pembangunan, keterbelakangan teknologi hingga ancaman yang dapat memecah persatuan bangsa.
“Meneruskan semangat Pattimura berarti kita harus berani berinovasi, keluar dari zona nyaman, memperkuat persatuan dan membangun Maluku tanpa sekat perbedaan suku, agama maupun golongan,” tegasnya.
Lewerissa juga menegaskan bahwa Maluku harus mampu tampil sebagai kekuatan besar pembangunan di kawasan timur Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
“Maluku tidak boleh menjadi penonton di negerinya sendiri. Maluku harus tampil di garis depan dengan sumber daya manusia yang unggul, ekonomi kelautan yang kuat serta persaudaraan yang kokoh,” katanya.
Kepada generasi muda Maluku, ia berpesan agar menjadi “Pattimura-Pattimura muda” yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap memegang teguh nilai budaya seperti pela gandong, Siwalima dan semangat lawamena haulala.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan kick off Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Maluku Tengah oleh Pemerintah Provinsi Maluku bersama Badan Pusat Statistik.
Gubernur mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk aktif berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 guna menghasilkan data yang akurat bagi pembangunan daerah.
“Dari data yang baik akan lahir kebijakan yang tepat. Dari kebijakan yang tepat akan tumbuh kesejahteraan rakyat,” tutupnya.
Penulis : Stenly Kailuhu
Editor : Rexaksi