AMBON,N25NEWS.id – Pagi itu, Jumat (20/02), suasana pesisir Desa Negeri Lama, Kota Ambon, terasa penuh energi dan harapan.
Apalagi langit yang cerah, angin laut yang berembus lembut, serta langkah-langkah penuh semangat dari para peserta Jumpa Berlian (Jumat Pagi Bersih Lingkungan) menambah suasana menjadi lebih ceria.
`Mereka berkumpul dengan tujuan mulia yaitu,menanam mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan Jumpa Berlian ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Gerakan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan.
Setelah sebelumnya membersihkan kawasan pesisir, kini para peserta melanjutkan misi baru mereka: menanam mangrove, menjaga pantai, dan merawat masa depan yang lebih baik.
Kebersamaan dalam kegiatan ini sungguh luar biasa. ASN dari BKKBN Provinsi Maluku, Penyuluh KB/PLKB Kota Ambon, serta anggota TNI dari Koramil 1504-01 Baguala, bersama masyarakat lokal, saling bergotong-royong.
Meskipun tangan mereka kotor oleh lumpur, wajah-wajah mereka memancarkan kepuasan dan kebanggaan. Kepedulian terhadap lingkungan menjadi benang merah yang menyatukan semua peserta hari itu.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, juga turut hadir dan ikut menanam mangrove.
Ia menyampaikan pesan penuh harapan bahwa pohon-pohon yang ditanam hari ini diharapkan tumbuh kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir di masa mendatang.
Penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan fisik; ini adalah tindakan perlindungan bagi kampung-kampung pesisir, rumah bagi ikan dan biota laut, serta jaminan untuk generasi yang akan datang agar masih bisa menikmati pantai yang indah dan aman.
Mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami pantai. Akar-akarnya yang kuat mampu menahan abrasi, meredam gelombang besar, serta menjaga kualitas air di sekitar pesisir.
Selain itu, mangrove juga berkontribusi dalam menyerap karbon, membantu memperlambat dampak perubahan iklim, dan memastikan keberlanjutan ekosistem laut.
Bagi masyarakat pesisir, mangrove bukan hanya sekadar tanaman; ia adalah pelindung, sumber kehidupan, dan simbol harapan yang tak ternilai.
Melalui Jumpa Berlian ini, nilai gotong royong dikobarkan kembali. Setiap lubang yang digali, setiap bibit yang ditanam, menjadi bukti nyata kepedulian dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Menjaga bumi dan ekosistem adalah tugas bersama yang harus diemban dengan penuh kesadaran.
Di pesisir Negeri Lama pagi itu, bukan hanya mangrove yang ditanam. Ada harapan, kepedulian, dan komitmen untuk menjaga bumi demi hari ini dan demi anak cucu kita di masa depan.
Semangat Jumpa Berlian menunjukkan bahwa jika kita bersatu hati, maka kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih asri dan lestari.