AMBON,N25NEWS.id – Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan anggaran dan optimalisasi nilai IKPA tahun 2026, Kamis (16/4).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku, yakni Agus Santoso dan Bagus Maulana. Keduanya memaparkan materi terkait indikator penilaian IKPA serta strategi peningkatan kualitas pelaksanaan anggaran kementerian/lembaga.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan anggaran dan kegiatan harus dilakukan secara tertib dan akuntabel. Ia menekankan pentingnya disiplin dalam pengelolaan anggaran agar setiap program dapat berjalan sesuai rencana.
“Seluruh tim kerja harus memperhatikan Alokasi Jadwal Kegiatan (AJK) yang telah diselaraskan dengan Rencana Penarikan Dana (RPD), sehingga target penyerapan anggaran per triwulan dapat tercapai dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pengisian capaian output menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian IKPA yang wajib diperhatikan oleh seluruh unit kerja.
Sementara itu, narasumber dari Kanwil DJPb Provinsi Maluku menjelaskan bahwa IKPA merupakan alat monitoring dan evaluasi untuk memastikan kementerian/lembaga mengeksekusi belanja berdasarkan prinsip value for money. Dengan demikian, pelaksanaan anggaran dapat berjalan secara efektif, efisien, dan akuntabel.
Pelaksanaan bimtek ini menjadi salah satu strategi Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dalam meningkatkan nilai IKPA dengan memperhatikan indikator-indikator utama penilaian.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa nilai IKPA Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku mengalami peningkatan dari tahun 2024 ke 2025 dengan kategori sangat baik. Capaian ini diharapkan dapat terus meningkat pada tahun 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pengelola anggaran dan keuangan di lingkup Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku.