Terdapat Selisih  DPRD Minta Dishub Dan Indag Sikapai Harga Barang

by -5 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Pemerintah lewat program Tol Laut, berharap menjawab masalah distribusi barang terutama bahan pangan diseluruh Indonesia termsuk di Maluku dengan tujuan adanya kesamaan harga,namun kenyataan terdapat beberapa kabupaten/kota yang masih selisih harga.Menanggapi Komisi III DPRD menita Dinas Perhubungan dan Indag menyikapi persoalan itu.

Dimana keberadaan Tol Laut yang digagas Presiden Joko Widodo,mempermudah proses pengangkutan logistik ke daerah-daerah, dengan harapan bisa menjawab masalah distribusi barang terutama bahan pangan di Indonesia sehingga harga bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia semakin merata.

Kenyataannya lewat agenda pengawasan DPRD Maluku diberapa kabupaten/kota masih ditemukan harga barang yang bervariasi.

Olehnya itu, Disperindag Maluku harus bisa menjelaskan penyebab harga barang bervariasi, sebab yang mengetahui isi kontainer adalah Disperindag, sedangkan Dishub hanya mengatur lalu lintas pelayaran beserta kapal yang beroperasi.

“Soal isi kontainer tanggungjawabnya Indag Maluku, mereka harus bisa menjelaskan kenapa masih ada perbedaan harga, beda dengan perhubungan yang hanya mengurus transpotasi,”tandas anggota Komusi III DPRD Maluku, Anos Yermias via selulernya, Minggu (5/3).

Menurut Ketua Fraksi Partai Golkar ini, dengan adanya kemudahan yang diberikan oleh pemerintah pusat saat ini, maka kebijakan apapun tidak boleh membuat masyarakat menjadi korban,tetapi justru sebaliknya pemerintah harus hadir guna memberikan kesejahteraan masyakat khususnya di daerah terluar dan terdepan.

Kendati tranportasi angkutan laut di Maluku semakin lancar, sambungnya terpantau harga barang terutama kebutuhan pangan di beberapa daerah di Maluku, harganya masih cukup tinggi, jika dibandingan dengan daerah lain.

Ia memcontahkan, saat melakuka kunjungan pengawasan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar beberapa waktu lalu, komisi telah mengecek langsung harga barang, ternyata masih terdapat disparitas harga.

Salah satu contoh harga barang yang masih tingga yakni harga semen kemasan 40 kg, dimana di Saumlaki dijual dengan harga Rp80 ribu per sak, sedangan di Larat masih berkisar Rp70/sak, padahal akses kapal logistik saat ini cukup memadai.

“Kita minta Kadis Perhubungan untuk berkoordinasi dengan Disperindag, sebab harga barang di Saumlaki masih tinggi sekali dibanding di Larat, contoh harga semen di Larat kalau terima di rumah Rp70 ribu/sak untuk kemasan 40 kg sedangkan di Saumlaki 80 Rp ribu, mahalnya dimana,” ujar Yermias.

Itu karena dengan ketersedian tranportasi menuju Kabupaten Kepulauan Tanimbar saat ini, mestinya harga barang di daerah-daerah seragam atau sama, tetapi jika berbeda, maka harus dipertanyakan, padahal keberadaan kapal-kapal tol laut tersebut, dimaksudkan agar harga barang di seluruh Indonesia dapat satu harga.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *