ARU,N25NEWS.id-Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku,terus melatih fasilitator dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh Indonesia,termasuk Maluku dan khususnya Kabupaten Kepulauan Aru.
Dalam pelatihan TPK yang digelar BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku yang digelar di Kota Dobo selama 2 hari yakni dari tanggal 23-24 Februari 2023.
“Perlu kita ketahui salah satu penyebab stunting adalah gangguan pertumbuhan, kekurangan gizi,termasuk gangguan pada intelektual anak,olehnya anak-anak di Aru harus mulailah konsumsi makanan yang mengandung protein,”ungkap Bupati Kepulauan Aru,dr.Johan Gonga saat membuka kegiatan pelatihan bagi fasilitator dan TPK tingkat Kabupaten Kepulauan Aru,Dobo 23/2).
Menurutnya,tujuan dari kegiatan pelatihan tersebut adalah,memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para fasilitator TPK tingkat kecamatan,guna melakukan pendampingan, survalnsi dalam mendekati resiko stunting pada semua sasaran.
Peserta berjumlah 24 orang dari unsur :
1.Dinas Kesehatan Kabupaten
Kepualauan. Aru.
2.IBI Kabupaten Kepulauan Aru
3.PKK Kabupaten Kepulauan Aru.
4.PKB/PLKB.
5.OPD Dalduk dan KB Kabupaten Kepulauan Aru.
Kepada tim fasilitator pendamping keluarga harus memahami dengan baik ketika memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, anak kita dari kecil sudah harus mengkonsumsi ikan.
“Hasil survei yang dilakukan ternyata di kepulauan Aru banyak Ibu-Ibu yang mengalami obesitas, hal ini disebabkan terlalu banyak konsumsi karbohidrat, ini juga merupakan salah satu perilaku hidup yang menjadi sasaran kita,” jelasnya.
Selain itu,Johan Gonga menambahkan,sesuai data BPS angka kematian di Kepulauan Aru mengalami penurunan, untuk itu,dirinya mengucapkan terimakasih kepada kepala-kepala Puskesmas dan petugas KB, tetapi itu belum maksimal,olehnya dia mengajak semua pihak untuk sama-sama memaksimalkan masalah KB ini.
“Untuk angka Stunting di Kepulauan Aru juga masih tinggi, saya berharap di tahun 2024 angka Stunting sudah harus turun, yang penting kita serius. Saya minta tim fasilitator pendamping keluarga harus serius dalam penanganan stunting di kepulauan Aru ini,” Pungkasnya.
Adapun fasilitator pelatihan antara lain,
Susana Hengst. ( BKKBN Prov Maluku),
Jean Tatipikalawan. SPi. MSi ( Dinas kependudukan dan catatan sipil provinsi Maluku), Desta Janu Kuncoro. MPd. (Widyaiswara perwakilan BKKBN Provinsi Maluku).
Diketahui,kegiatan pelatihan tersebut dihadiri oleh Bupati kepulauan Aru, dr. Johan Gonga, Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muin Sogarley, Kepala Dinas PPKB Kepulauan Aru, dr. H. H. Darakay, termasuk peserta pelatihan yang berjumlah 24 orang yang merupakan unsur dari, Dinas Kesehatan Kepulauan Aru, IBI Kabupaten Kepulauan Aru, PKK kabupaten Kepulauan Aru, PKB/PLKB, OPD Dalduk dan KB Kepulauan Aru.(**)