SAUMLAKI,N25NRWS.id-Keberadaan SKPT di Saumlaki, merupakan salah satu dari 13 Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di seluruh Indonesia.Hal ini diharapkan bisa terus mendorong kemajuan ekonomi untuk masyarakat lokal.
Ironisnya hal diatas berbanding terbalik, keterkaitan dengan sikap Kepala SKPT PPI Ukurlaran, bapak Putat Yanu.
Sejumlah program untuk optimalkan keberadaan SPKT Saumlaki, diantaranya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), hal penting dalam peningkatan infrastruktur, serta penguatan dan pengawasan, namun dengan adanya sikap apatis dan duga alergi dengan wartawan, menjadi presiden buruk yang di tunjukan pimpinan PPI Ukurlaran, saudara Putat.
Kepala Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Ukurlaran, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Propinsi Maluku, yang dibangun dengan menggunakan support anggaran dari Japan Internasional Cooperation Agenci (JICA), melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), adalah suatu apresiasi yang luar biasa.
Olehnya, pengawasan, serta control social harus dilakukan oleh pihak-pihak yang punya kewenangan, termasuk PERS, harapannya mendapatkan respon yang baik, namun diduga apatis dalam melakukan kordinasi, serta pelayanan yang baik demi menjaga sinergitas.
Wartawan media ini, beberapa kali mendatangi PPI Ukurlaran, tujuannya mengkonfirmasi dugaan sejumlah BBM yang di pasok oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, namun upaya tersebut, tidak dapat terialisasi, dengan baik karena sejumlah alasan lagi sibuk.
Beberapa kali hal ini dilakukan wartawan media ini, bahkan lewat via telepon dan chat WA, hal yang sama ada kesibukan, ada apa dengan pimpinan SKPT, Ukurlaran ?.
Ada juga hal lain yang membuat wartawan media ini bertanya-tanya, saat menanyakan kepada pihak security Ukurlaran, jika pimpinan berada diluar kota, atau banyak kesibukan, siapakah yang bisa dipertemukan, jawabnya Komandan Angkatan Udara, ada pertanyaan siapakah yang mempunyai legalitas penuh di PPI Ukurlaran ?.Sehingga harus tanyakan ke Danlanud ?
Apakah ada keterkaitan ? Sehingga security pelabuhan Ukurlaran mengatakan harus tanyakan ke Danlanud, terkai dugaan pasokan BBM, tersebut ? Terkait dugaan tersebut, wartawan media ini, telah mengkonfirmasi via WA dengan Danlanut, namun saat itu Komandan Angkatan Udara, masi berada diluar kota, dan berjanji akan bertemu jika telah tiba di Saumlaki.Namun hingga saat ini, belum bisa bertemu dengan satupun, saat berita ini dinaikan.
Diminta kepada bapak Achmad Fausie, Kordinator pembangunan pelabuhan Direktorat Kepelabuhanan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan, berkanan mengavaluasi saudara Putat Yanu, Kepala Sentra Kelautan dan Perikanan, Ukurlaran Saumlaki, karena dinilai apatis, dan alergi bertemu wartawan.
Seharusnya seorang pemimpin harus mengetahui peran Pers dalam melakukan kegiatan jurnalistik, sebagai kontrol sosial, namun lagi-lagi ada pemimpin demikian.
Reporter : Jems