SDN Toisapu Jadi Ruang Belajar Bersama, Mission & Field Trip SD Kalam Kudus Hadirkan Kolaborasi Lintas Sekolah

by
by

AMBON,N25NEWS.id – Sekolah di wilayah pinggiran tidak selalu berada di luar pusat perhatian. SD Negeri Toisapu, Dusun Taisapu, Negeri Hutumuri, justru menjadi ruang perjumpaan dan pembelajaran bersama dalam kegiatan Mission & Field Trip SD Kristen Kalam Kudus Ambon, Rabu (6/10/2026).

Kedatangan peserta didik, guru dan karyawan SD Kristen Kalam Kudus Ambon disambut keluarga besar SD Negeri Toisapu. Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pembelajaran di luar kelas, tetapi membuka ruang interaksi antarpeserta didik dari dua lingkungan sekolah yang berbeda.

Kepala SD Negeri Toisapu, Ruth Lekirupy, S.Pd, mengatakan pihaknya merasa bangga sekolah yang berada jauh dari pusat kota dipercaya menjadi lokasi kegiatan kolaborasi pendidikan.

Menurut Ruth, kunjungan tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah yang berada di pusat kota. Sekolah di wilayah pinggiran juga memiliki ruang dan potensi untuk menjadi tempat belajar, berbagi pengalaman serta membangun kolaborasi.

“Ini suatu kehormatan bagi kami. Sekolah yang jauh dari pusat kota, yang mungkin tidak banyak menjadi perhatian, justru menjadi tempat untuk berbagi dan berkolaborasi dalam pendidikan,” ujar Ruth.

Belajar Tidak Hanya dari Buku
Rangkaian Mission & Field Trip di SD Toisapu diisi dengan sejumlah kegiatan, mulai dari ibadah bersama, kegiatan sosial hingga pembelajaran kolaboratif yang melibatkan peserta didik dari kedua sekolah.

Bagi SD Toisapu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas makna pembelajaran. Peserta didik tidak hanya belajar melalui materi yang disampaikan guru di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman bertemu, berinteraksi dan bekerja bersama.

Kegiatan sosial menjadi salah satu bagian penting. Peserta didik diajak memahami bahwa pendidikan juga berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Pengalaman tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk melihat secara langsung kehidupan sosial di luar lingkungan sekolah mereka.

Mempertemukan Dua Lingkungan Sekolah
Ruth mengatakan SD Toisapu sebagai tuan rumah tidak hanya menerima kedatangan rombongan SD Kalam Kudus. Sekolah juga berupaya membangun suasana yang memungkinkan peserta didik saling mengenal, berbagi pengalaman dan belajar satu sama lain.

Kolaborasi tersebut mempertemukan dua lingkungan sekolah dalam satu ruang pembelajaran.

Peserta didik mendapatkan pengalaman mengenai kebersamaan, kepedulian, toleransi dan kehidupan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter yang tidak selalu dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran akademik.

“Pembelajaran bukan hanya tentang materi yang disampaikan guru. Ketika anak-anak bertemu, berbagi, melayani dan berkolaborasi, mereka juga sedang belajar,” kata Ruth.

Kehadiran SD Kalam Kudus Ambon di SD Toisapu sekaligus membuka pesan lebih luas bahwa jarak dari pusat kota tidak harus menjadi batas bagi sekolah untuk berkembang dan membangun jejaring pendidikan.

Bagi SD Toisapu, ruang kolaborasi seperti ini penting agar peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam.

Sekolah pun tidak hanya dipandang sebagai tempat untuk mengejar capaian akademik, tetapi juga sebagai ruang membangun karakter dan kepedulian sosial.

Melalui Mission & Field Trip tersebut, SD Toisapu ingin menunjukkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung di mana saja. Pengalaman datang, bertemu, berbagi dan melayani dapat menjadi bagian dari proses pendidikan.

Dari Dusun Taisapu, pesan yang dibawa sederhana: sekolah bukan hanya tempat belajar untuk diri sendiri, tetapi juga ruang untuk mengenal orang lain, berbagi dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama.

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *