AMBON,N25NEWS.id – Birokrasi Kota Ambon dituntut berubah mengikuti perkembangan zaman. Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak lagi cukup bekerja dengan pola lama, tetapi harus mampu beradaptasi, bekerja cepat, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat menghasilkan dampak nyata.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Kota Ambon, Roberd Sapulette, saat memberikan arahan pada kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Ambon di Balai Diklat Provinsi BPSDM Provinsi Maluku, Selasa (6/10/2026).
“Di tengah tuntutan birokrasi yang semakin modern, ASN tidak lagi bisa bekerja dengan cara-cara lama,” kata Roberd.
Menurutnya, para CPNS harus menjadi aparatur yang lincah, adaptif, serta berorientasi pada hasil. Sikap tersebut harus berjalan seiring dengan penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Roberd menegaskan, Latsar tidak boleh dipandang hanya sebagai tahapan administratif untuk mengubah status CPNS menjadi PNS.
Lebih dari itu, Latsar menjadi ruang pembentukan karakter, disiplin, integritas, serta kompetensi yang akan menentukan bagaimana seorang ASN menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Bela Negara Dimulai dari Pelayanan
Roberd juga mengaitkan penerapan nilai BerAKHLAK dengan semangat bela negara.
Menurutnya, bagi ASN di era modern, bela negara tidak hanya diwujudkan melalui simbol atau seremoni. Bentuk nyatanya dapat terlihat dari kedisiplinan, profesionalisme, penolakan terhadap praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta komitmen memberikan pelayanan tanpa diskriminasi.
ASN juga dituntut ikut menjaga kedamaian dan persatuan di Kota Ambon.
Pesan ini menjadi penting karena kualitas birokrasi pada akhirnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelayanan yang lambat, tidak profesional, atau diskriminatif dapat menjadi beban bagi warga yang membutuhkan kehadiran pemerintah.
Sebaliknya, ASN yang bekerja profesional dan berorientasi pada pelayanan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
930 CPNS, 12 Gelombang
Tahun ini, sebanyak 930 CPNS Pemkot Ambon mengikuti Latsar. Mereka dibagi dalam 12 gelombang dan 24 angkatan.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya investasi sumber daya manusia yang sedang disiapkan untuk mengisi birokrasi Kota Ambon ke depan.
Karena itu, Roberd meminta seluruh peserta memanfaatkan masa Latsar untuk menyerap pengetahuan, membangun jejaring, serta menjaga kesehatan selama mengikuti proses pembelajaran bersama para widyaiswara dan pelatih.
“Wajah masa depan birokrasi Kota Ambon ada di pundak saudara-saudara sekalian,” tegasnya.
Ia juga meminta para mentor dan panitia tidak hanya memastikan kegiatan berjalan secara administratif, tetapi turut membimbing peserta agar tumbuh menjadi aparatur yang memiliki kemampuan sekaligus moralitas.
“Kepada para mentor dan panitia, saya titipkan para CPNS ini untuk dibimbing dan dibentuk menjadi kader birokrasi yang handal serta bermoral,” pungkasnya.
Kegiatan Latsar tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie.
Bagi 930 CPNS tersebut, Latsar bukan sekadar tahapan menuju status PNS. Ini menjadi awal perjalanan mereka untuk membuktikan apakah perubahan birokrasi benar-benar dapat dimulai dari cara ASN bekerja dan melayani masyarakat setiap hari.
Penulis : Kris
Editor : Redaksi