15 Karhutla Melanda Ambon, Warga Diminta Waspada di Tengah Kemarau Panjang

by
by

AMBON,N25NEWS.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Kota Ambon. Dalam kondisi kemarau panjang dan angin kencang, api lebih mudah menyebar, sementara kualitas udara juga mulai terdampak.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon mencatat 15 kejadian Karhutla telah ditangani sepanjang Agustus hingga Oktober 2026.

Sejumlah lokasi terdampak berada di Kecamatan Sirimau, termasuk kawasan Kahena dan Batu Merah; Kecamatan Nusaniwe, seperti Gunung Nona, Kampung Siwang dan Negeri Urimesing; serta wilayah Kecamatan Teluk Ambon dan Leitimur Selatan.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Ambon meningkatkan kewaspadaan sekaligus meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengatakan pemerintah bersama perangkat daerah terus merespons laporan kebakaran dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Pemerintah hadir di setiap kebakaran yang terjadi. Semua kita lakukan dengan baik, Damkar, BPBD, camat, kades, hingga lurah melaksanakan tugasnya,” kata Bodewin di Lapangan Merdeka Ambon, Selasa (6/10/2026) malam.

Menurut Bodewin, setiap laporan yang diterima melalui call center darurat 112 diupayakan segera ditindaklanjuti oleh petugas gabungan di lapangan.

Respons tidak hanya berupa pemadaman, tetapi juga penanganan terhadap warga yang terdampak serta penyaluran bantuan ke lokasi yang membutuhkan, termasuk lintas wilayah.

Namun, meningkatnya kejadian Karhutla juga menunjukkan bahwa penanganan tidak cukup hanya dilakukan setelah api muncul.

Pencegahan menjadi penting, terutama ketika kondisi alam sedang sangat kering dan angin kencang berpotensi mempercepat penyebaran api.

“Kami sudah mengimbau berkali-kali, mari kita menjaga dengan tidak membakar atau membuka lahan baru lewat membakar. Situasi kekeringan berkepanjangan dan angin kencang sangat mudah memicu kebakaran,” ujarnya.

Dampak Karhutla tidak berhenti pada kawasan yang terbakar. Asap dan penurunan kualitas udara dapat mengganggu aktivitas serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat.

Karena itu, Pemkot Ambon bersama Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease melakukan pembagian masker gratis kepada warga.

Bodewin mengatakan, pembagian masker tersebut sekaligus menjadi bagian dari edukasi agar masyarakat lebih waspada terhadap risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat memburuknya kualitas udara.

Pemerintah kota juga terus menyampaikan informasi mengenai kondisi kualitas udara harian dan menyalurkan bantuan pasokan air bersih bagi wilayah yang membutuhkan.

Dengan 15 kejadian Karhutla dalam tiga bulan, masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas.

Pemkot Ambon meminta warga tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama selama kondisi kering dan angin kencang masih berlangsung.

Pesannya sederhana: ketika alam sedang mudah terbakar, satu tindakan kecil dapat memicu kebakaran yang berdampak lebih luas.

Karena itu, kewaspadaan warga, kecepatan laporan melalui 112, dan respons petugas menjadi tiga hal penting untuk mencegah Karhutla berkembang menjadi ancaman yang lebih besar bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat Kota Ambon.

Penulis : Kris

Editor   : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *