Pasca Bentrok Lisabata-Patahuwe, 118 KK Mengungsi: Anak-anak Mulai Jalani Trauma Healing

by
by

SBB, N25NEWS.id – Bentrokan yang melibatkan warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), belum sepenuhnya berakhir pada pemulihan. Di tengah situasi keamanan yang mulai terkendali, ratusan warga masih harus menghadapi dampak konflik, termasuk kehilangan tempat tinggal dan trauma.

Sebanyak 27 rumah dilaporkan hangus terbakar, sementara 118 kepala keluarga (KK) dengan total ratusan jiwa terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi akibat konflik yang terjadi pada Jumat, 11 September 2026.

Kondisi warga terdampak menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten SBB. Senin (14/9/2026), Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Bupati SBB dan jajaran Forkopimda mendatangi lokasi pengungsian warga Patahuwe.

Di lokasi pengungsian, anak-anak korban konflik mulai mendapatkan trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka setelah mengalami situasi yang penuh ketegangan.

Lewerissa mengaku terharu melihat kondisi anak-anak yang tetap berusaha ceria meski berada dalam keterbatasan di pengungsian.

Pemerintah memastikan kebutuhan dasar warga tetap diperhatikan, mulai dari makanan, pakaian, obat-obatan, layanan kesehatan hingga pendampingan psikologis.

Pemerintah juga menyatakan akan membangun kembali rumah warga yang hancur dan memperbaiki bangunan yang mengalami kerusakan.

Namun, persoalan terbesar kini bukan hanya membangun kembali rumah yang terbakar.

Hubungan sosial antara masyarakat Lisabata dan Patahuwe juga harus dipulihkan.

Lewerissa menilai membangun kembali rumah secara fisik relatif lebih mudah ketika anggaran tersedia. Tantangan yang lebih berat adalah mengembalikan rasa persaudaraan, menjaga perdamaian dan merekatkan kembali hubungan sosial kedua masyarakat.

Karena itu, pemerintah meminta masyarakat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Proses hukum terhadap rangkaian kejadian tersebut juga diminta dipercayakan kepada aparat penegak hukum.

Di sisi hukum, Polda Maluku bersama Polres SBB masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam bentrokan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Kombes Pol Dasmin Ginting menegaskan, proses penyelidikan dilakukan berdasarkan fakta, keterangan saksi dan alat bukti yang ditemukan di lapangan.

Polisi juga telah memasang garis polisi di sejumlah lokasi untuk kepentingan pemeriksaan. Pembersihan puing bangunan yang terbakar akan dilakukan setelah tahapan pemeriksaan selesai.

Berdasarkan laporan awal kepolisian, selain 27 rumah dan satu sepeda motor yang terbakar, empat warga dilaporkan terluka akibat tembakan senjata angin.

Hingga laporan terakhir, aparat menyatakan situasi keamanan di wilayah Taniwel dalam kondisi aman dan terkendali, sementara pengamanan tetap dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan.

Upaya meredakan konflik juga datang dari sejumlah tokoh masyarakat, agama dan pemuda SBB di Ambon.

Forum Peduli Seram Barat (FPSB) pada Minggu (13/9/2026) menggelar pertemuan untuk mendorong penghentian kekerasan dan provokasi sekaligus mencari jalan menuju perdamaian antara masyarakat Lisabata dan Patahuwe.

Para tokoh mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi isu agama yang dapat memperluas konflik. Mereka juga mendorong pemerintah dan aparat keamanan hadir untuk memberikan rasa aman sekaligus mengawal proses rekonsiliasi dan pemulihan sosial.

FPSB juga menyiapkan bantuan sosial bagi warga terdampak, termasuk sembako dan material untuk membantu pembangunan kembali rumah korban kebakaran.
Kini, setelah bentrokan mereda, pekerjaan besar justru baru dimulai.

Bukan hanya memastikan tidak ada lagi bentrokan, tetapi mengembalikan warga ke rumah, memulihkan anak-anak dari trauma, menegakkan hukum secara adil, dan membangun kembali kepercayaan antara dua desa yang bertetangga.

Sebab, perdamaian Lisabata-Patahuwe tidak cukup hanya dengan menghentikan bentrokan. Perdamaian harus membuat warga kembali merasa aman untuk hidup sebagai orang basudara.

Penulis : Tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *