AMBON,N25NEWS.id-Kualitas pelayanan publik di Kota Ambon dinilai sangat bergantung pada kemampuan aparatur pemerintah beradaptasi dengan perubahan dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Karena itu, 17 pejabat eselon II Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026 dituntut tidak sekadar mengejar sertifikat,tetapi mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi warga.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta,saat menghadiri pembukaan PKN Tingkat II di Gedung Sasana Widya Praja, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).
Menurut Elly, tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks sehingga aparatur pemerintah harus memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sekaligus mampu memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.
Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai momentum meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperluas wawasan, serta menciptakan berbagai inovasi yang dapat diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Ambon.
“Jangan hanya mengejar kelulusan atau sertifikat. Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan untuk menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Elly menambahkan, PKN Tingkat II merupakan kesempatan strategis bagi para pejabat untuk memperkuat kemampuan memimpin organisasi, menyusun kebijakan yang tepat sasaran,serta meningkatkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan responsif.
“Manfaatkan seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Jadikan pelatihan ini sebagai ruang untuk memperluas wawasan, memperkuat kompetensi, dan membangun cara berpikir yang lebih inovatif dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujarnya.
Kehadiran Wakil Wali Kota pada pembukaan pelatihan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk dukungan penuh Pemerintah Kota Ambon terhadap pengembangan kompetensi para pejabat yang nantinya menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
Ia berharap, sepulang dari pelatihan, seluruh peserta mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran melalui berbagai terobosan yang mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya berharap, sepulang dari pelatihan nanti, Saudara-saudara mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja Pemerintah Kota Ambon,” katanya.
Selain peningkatan kapasitas kepemimpinan, Ely juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia meminta peserta mematuhi aturan penyelenggara, menjaga disiplin, serta membangun komunikasi dan jejaring dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Saudara membawa nama baik Pemkot Ambon. Tunjukkan sikap yang profesional, berintegritas, disiplin, serta mampu membangun jejaring yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi daerah,” pesannya.
Pembukaan PKN Tingkat II Angkatan XXVIII berlangsung di Gedung Sasana Widya Praja BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, laporan Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, dilanjutkan sambutan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri, Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, serta Gubernur Jawa Tengah yang secara resmi membuka pelatihan.
Rangkaian acara juga diisi dengan penyematan tanda peserta dan pembacaan pakta integritas sebagai komitmen seluruh peserta dalam mengikuti proses pembelajaran hingga selesai.
PKN Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026 diselenggarakan oleh BPSDMD Provinsi Jawa Tengah mulai 3 Agustus hingga 11 Desember 2026 berdasarkan surat Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 3745/D.3/PDP.07.1 tertanggal 20 Juli 2026 tentang informasi kepesertaan PKN Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.(**)