TP PKK Kota Ambon Luncurkan Rumah Dilan, Upaya Selamatkan Anak Jalanan dan Putus Sekolah dari Lingkaran Kerentanan Sosial

by
by

AMBON, N25NEWS.id – Fenomena anak jalanan dan anak putus sekolah masih menjadi persoalan sosial yang membutuhkan perhatian serius di Kota Ambon. Di balik angka putus sekolah, tersimpan risiko yang lebih besar, mulai dari hilangnya akses pendidikan, meningkatnya kerentanan terhadap eksploitasi, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, hingga sulitnya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Kondisi ini menuntut hadirnya intervensi nyata agar anak-anak tetap memperoleh kesempatan membangun masa depan.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ambon melalui Pokja II meluncurkan Rintisan Rumah Dilan, Jumat (31/7/2026). Program ini dirancang sebagai ruang pembinaan bagi anak jalanan dan anak putus sekolah melalui pendampingan, kegiatan belajar, penguatan karakter, serta pembinaan mental agar mereka dapat kembali menatap masa depan.

Peluncuran program tersebut turut diisi dengan kegiatan berbagi kasih bersama anak-anak jalanan dan anak putus sekolah yang dipimpin Ketua TP PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena.

Lisa menegaskan, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, perlindungan, dan kesempatan berkembang, tanpa memandang latar belakang sosial maupun kondisi ekonomi keluarganya.

“Rintisan Rumah Dilan merupakan bentuk kepedulian kami kepada anak-anak jalanan dan anak putus sekolah. Kami ingin mereka memiliki tempat yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Lisa.

Menurutnya, keberadaan Rumah Dilan bukan sekadar menyediakan ruang belajar, tetapi menjadi wadah untuk membangun kembali kepercayaan diri anak-anak yang selama ini hidup dalam berbagai keterbatasan. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu membangkitkan semangat mereka untuk kembali belajar dan mengejar cita-cita.

Lisa menilai persoalan anak jalanan dan putus sekolah tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, komunitas, sektor swasta, hingga keluarga agar upaya perlindungan anak berjalan secara berkelanjutan.

“Kolaborasi menjadi kunci agar anak-anak yang rentan tidak kehilangan harapan. Mereka harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi generasi yang berkualitas,” katanya.

Kehadiran Rumah Dilan juga diharapkan menjadi bagian dari upaya pencegahan berbagai persoalan sosial yang kerap mengintai anak-anak yang kehilangan akses pendidikan. Dengan pendampingan yang tepat, mereka diharapkan terhindar dari pergaulan negatif sekaligus memiliki bekal keterampilan, karakter, dan rasa percaya diri untuk kembali berperan di tengah masyarakat.

Melalui program tersebut, TP PKK Kota Ambon berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi anak-anak rentan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melindungi hak-hak anak. Langkah ini juga menjadi investasi sosial jangka panjang untuk melahirkan generasi muda Ambon yang mandiri, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Penulis :Fal.T

Editor   :Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *