SMPN 2 Ambon Perkuat Literasi Dan Cegah Tawuran, Siswa Baru Disiapkan Masuk Sekolah yang Aman

by
by

AMBON,N25NEWS.id-Siswa baru di SMP Negeri 2 Ambon akan menjalani pemetaan kemampuan membaca sejak awal tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini dilakukan agar anak-anak yang masih kesulitan membaca dapat segera mendapat pendampingan, sebelum ketertinggalan belajar semakin jauh.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari persiapan sekolah menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekaligus upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan bebas dari kekerasan pelajar.

Kepala SMP Negeri 2 Ambon, Elfi Suatrat, M.Pd, mengatakan sekolah tidak ingin MPLS hanya menjadi kegiatan perkenalan lingkungan sekolah. Masa awal masuk sekolah harus menjadi momentum untuk mengenali kebutuhan setiap siswa, terutama kemampuan dasar literasi.

“Kalau ditemukan siswa yang kemampuan membacanya masih terbata-bata, kami akan membantu meningkatkan kemampuan bacanya,” kata Elfi kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2026).

Tes awal bagi calon siswa kelas VII akan digunakan untuk memetakan kemampuan membaca. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi guru dalam menyiapkan pendampingan belajar yang sesuai, khususnya bagi siswa yang membutuhkan penguatan literasi.

Bagi orang tua, langkah ini memberi kepastian bahwa anak tidak hanya diterima masuk sekolah, tetapi juga mendapat perhatian terhadap kemampuan belajarnya sejak awal. Sekolah berharap pendampingan dini dapat membantu siswa lebih percaya diri mengikuti pembelajaran di kelas.

Selain literasi, SMP Negeri 2 Ambon juga memperkuat pencegahan tawuran antar pelajar. Pihak sekolah menegaskan tidak akan memberi ruang bagi kekerasan yang dapat mengganggu keamanan siswa maupun proses belajar.

Elfi menyampaikan, siswa yang terlibat tawuran akan diberikan pembinaan dan teguran. Namun, jika pembinaan tidak diindahkan dan pelanggaran terus berulang, sekolah akan mengambil tindakan tegas hingga mengeluarkan siswa dari sekolah.

“Jika siswa yang terlibat tawuran tidak mau mengindahkan teguran, maka akan dikeluarkan dari sekolah,” tegasnya.

Komitmen menciptakan sekolah aman juga dibarengi dengan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru yang mengacu pada ketentuan. SMP Negeri 2 Ambon membuka empat jalur penerimaan, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.

Jalur domisili mendapat porsi 50 persen bagi calon siswa yang tinggal di sekitar sekolah. Kebijakan ini diharapkan memudahkan anak-anak di lingkungan sekitar memperoleh akses pendidikan yang lebih dekat, sekaligus mengurangi beban perjalanan dan biaya transportasi orang tua.

“Jalur domisili itu 50 persen. Calon siswa berasal dari wilayah-wilayah yang dekat dengan sekolah,” ujar Elfi.

Terkait fenomena siswa titipan yang kerap muncul saat penerimaan siswa baru, Elfi menegaskan penerimaan tambahan hanya dapat dilakukan jika kuota sekolah belum terpenuhi dan tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Dengan penguatan literasi, seleksi yang lebih tertib, serta sikap tegas terhadap tawuran, SMP Negeri 2 Ambon ingin memastikan tahun ajaran baru menjadi awal yang lebih baik bagi siswa: anak dapat belajar dengan aman, memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya, dan tumbuh dalam lingkungan sekolah yang membentuk karakter positif.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *