SAUMLAKI, N25NEWS.id – Simon Rangkoly memberikan klarifikasi terkait pernyataan yang belakangan beredar luas dan dinilai telah disalahgunakan untuk membangun opini seolah-olah terdapat penolakan masyarakat terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Simon menegaskan, pernyataan yang disampaikannya sebelumnya hanya merupakan bagian dari tukar pendapat dan berbagi informasi dalam percakapan pribadi. Pernyataan itu, kata dia, tidak pernah dimaksudkan sebagai sikap resmi maupun representasi dari seluruh masyarakat Desa Lermatang.
Namun, percakapan tersebut kemudian disebarluaskan dan dibelokkan maknanya oleh pihak tertentu. Bahkan, menurut Simon, narasi yang beredar telah digiring seolah-olah menjadi penolakan bersama masyarakat terhadap tahapan persiapan pembangunan PSN Blok Masela.
Ia menyayangkan tindakan tersebut karena berpotensi memicu kesalahpahaman, memperkeruh suasana, serta mengganggu semangat masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah menjelang pelaksanaan proyek energi strategis nasional itu.
“Yang saya sampaikan hanya sharing dan tukar pendapat, bukan pernyataan resmi atas nama seluruh masyarakat. Jangan kemudian dipelintir atau digunakan untuk memprovokasi,” tegas Simon.
Simon menegaskan dirinya tetap mendukung seluruh tahapan persiapan dan pelaksanaan PSN Blok Masela. Menurutnya, proyek tersebut harus dikawal bersama karena diharapkan dapat membuka peluang pembangunan, lapangan kerja, serta dampak ekonomi bagi masyarakat Maluku, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ia mengakui, kekhawatiran sempat muncul akibat kurangnya sosialisasi terkait kehadiran TNI dalam proses persiapan lokasi proyek. Namun, persoalan tersebut telah mendapat penjelasan melalui dialog langsung sehingga tidak lagi menjadi masalah.
“Kesalahpahaman itu hal biasa. Tetapi pihak ketiga yang memanfaatkan situasi seperti inilah yang sering menjadi pemicu utama masalah,” ujarnya.
Simon juga menyampaikan kekecewaannya karena percakapan pribadi yang seharusnya menjadi ruang diskusi justru disebarkan tanpa izin dan kemudian diklaim sebagai suara masyarakat secara keseluruhan.
Ia meminta semua pihak menghentikan upaya memanfaatkan pernyataannya untuk kepentingan kelompok tertentu maupun untuk membangun ketegangan di tengah masyarakat.
Menurut Simon, masyarakat Desa Lermatang tetap berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana kondusif demi mendukung kelancaran pembangunan PSN Blok Masela.
“Desa Lermatang tetap menjaga ketertiban dan mendukung pembangunan. Jangan ada lagi pihak yang memakai nama masyarakat untuk memperkeruh keadaan,” pungkasnya.