Hujan Tak Padamkan Semangat! Ambon Tampil Memukau di Karnaval Nusantara APEKSI 2026

by
by

MEDAN,N25NEWS.id-Kota Ambon kembali mencuri perhatian di panggung nasional. Di tengah hujan deras yang mengguyur Kota Medan, delegasi Kota Ambon tetap tampil penuh semangat dalam Karnaval Nusantara, salah satu agenda utama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026, Kamis (2/7/2026) malam.

Mengusung kekayaan seni, budaya, dan identitas Maluku, kontingen Ambon hadir bukan sekadar untuk memeriahkan perhelatan nasional. Kehadiran mereka menjadi pesan kuat bahwa Ambon siap terus membawa budaya Maluku dikenal lebih luas di tingkat nasional hingga internasional.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengatakan partisipasi Kota Ambon dalam Karnaval Nusantara merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan identitas daerah sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Maluku kepada masyarakat Indonesia.

“Delegasi Kota Ambon tampil dengan penuh semangat membawa kekayaan budaya Maluku. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan jati diri Ambon sebagai kota yang kaya akan seni, budaya, dan kreativitas kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Bodewin usai mengikuti Karnaval Nusantara di Kota Medan.

Karnaval yang mengangkat tema The Sparkling of Local Heroes and Culture itu diikuti sebanyak 98 kontingen dari berbagai kota di Indonesia. Meski cuaca tidak bersahabat, ribuan peserta tetap memadati rute karnaval yang melintasi Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani atau Kesawan, hingga Lapangan Merdeka.

Beragam atraksi budaya turut ditampilkan, mulai dari tarian tradisional, busana adat, musik daerah, hingga pertunjukan khas dari setiap kota. Ribuan masyarakat pun tetap bertahan di sepanjang rute untuk menyaksikan kemeriahan karnaval meski harus rela basah diguyur hujan.

Bodewin menegaskan, Kota Ambon ingin menunjukkan kepada Indonesia bahwa daerah ini tidak hanya dikenal sebagai Kota Musik Dunia atau City of Music, tetapi juga memiliki warisan budaya yang kuat dan terus dijaga oleh masyarakatnya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Ambon tidak hanya dikenal sebagai Kota Musik, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang terus dijaga dan diwariskan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap budaya Maluku semakin dikenal dan dicintai masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Bodewin, panggung Karnaval Nusantara menjadi ruang penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pelestarian budaya. Selain itu, kegiatan tersebut juga membuka peluang promosi bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta produk-produk unggulan daerah.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang tetap menunjukkan antusiasme hingga akhir kegiatan. Ia menilai semangat para peserta merupakan bukti kuat bahwa masyarakat Indonesia memiliki kecintaan besar terhadap keberagaman budaya bangsa.

“Karya budaya anak bangsa sangat luar biasa dan layak ditampilkan di tingkat internasional. Kita harus terus berjuang mengangkat kebudayaan Indonesia ke panggung dunia,” kata Rico.
Apresiasi juga datang dari Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Ia mengaku kagum melihat seluruh kontingen tetap menampilkan pertunjukan terbaik meski hujan mengguyur sepanjang pelaksanaan karnaval.

“Saya kagum dan sangat terpesona. Ini menunjukkan semangat kolaborasi dan sinergi kota-kota di bawah naungan APEKSI yang luar biasa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas tampil mengenakan busana adat Melayu bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas. Sementara Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengenakan busana Melayu berwarna hitam saat menyambut seluruh kontingen peserta.

Karnaval Nusantara kemudian ditutup dengan penampilan tari kolosal yang dibawakan sekitar 300 penari anak. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua APEKSI Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, unsur Forkopimda, para wali kota peserta Rakernas XVIII APEKSI, serta ribuan masyarakat yang memadati kawasan Kesawan dan Lapangan Merdeka.

Di bawah guyuran hujan, Ambon kembali membuktikan bahwa budaya Maluku tidak pernah kehilangan cahaya. Dari Medan, pesan itu menggema: Ambon hadir, Maluku bersinar, dan budaya Indonesia siap menembus panggung dunia.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *