Harganas ke-33, BKKBN Maluku Ajak Keluarga Lawan Sampah dari Rumah Demi Selamatkan Lingkungan

by
by

AMBON,N25NEWS.id – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Maluku tahun ini tidak hanya berbicara tentang ketahanan keluarga, tetapi juga mengusung misi besar menyelamatkan lingkungan. Melalui gerakan “Lawan Sampah dari Rumah”, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Maluku mengajak setiap keluarga menjadi pelopor perubahan dalam mengatasi persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan.

Komitmen tersebut diwujudkan lewat Sosialisasi Pengolahan Sampah Keluarga yang diikuti Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan masyarakat dari 11 kabupaten/kota di Maluku. Tak sekadar memberikan edukasi, kegiatan ini juga menjadi langkah awal membangun gerakan pembentukan bank sampah berbasis keluarga di seluruh wilayah Maluku.

Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, menegaskan bahwa perubahan besar dalam mengatasi krisis sampah harus dimulai dari rumah.

“Kalau ingin Maluku bersih, mulailah dari keluarga. Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga adalah ujung tombak yang akan mengedukasi masyarakat agar pengelolaan sampah menjadi budaya, bukan sekadar kebiasaan sesaat,” tegasnya.

Menurut Edi, keluarga bukan hanya tempat membangun generasi berkualitas, tetapi juga menjadi sekolah pertama untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Sampah yang selama ini dipandang sebagai masalah justru bisa diubah menjadi peluang ekonomi melalui pengelolaan yang tepat.

Mengusung tema “Membangun Budaya Cinta Lingkungan melalui Pengolahan Sampah Keluarga”, kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Maluku sehingga mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah kepulauan.

Membuka kegiatan, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku, Dr. sc. agr. drh. Faradilla Attamimi, MTAPSc, menegaskan bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Karena itu, membangun kebiasaan mengelola sampah sejak dari rumah merupakan investasi penting bagi masa depan lingkungan dan generasi mendatang.

Ia mengajak masyarakat menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) melalui pengomposan, pembuatan eco enzyme, hingga eco brick yang tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, S.KM., M.Si., M.H., mengingatkan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk terus meningkatkan volume sampah, sedangkan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) semakin terbatas.

Karena itu, menurutnya, pola lama “kumpul-angkut-buang” harus segera ditinggalkan dan diganti dengan pengurangan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Tak hanya membahas lingkungan, peserta juga dibekali literasi keuangan keluarga dari BRI/BFA Ambon. Materi tersebut membuka wawasan bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat menjadi sumber tambahan pendapatan melalui bank sampah dan usaha daur ulang.

Melalui momentum Harganas ke-33, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Maluku berharap lahir gerakan nyata yang melibatkan keluarga, Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, pemerintah daerah, hingga seluruh masyarakat untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai budaya bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *