AMBON, N25NEWS.id – Cahaya ribuan obor dan lampion menerangi jalan-jalan utama Kota Ambon dalam perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Tradisi pawai obor yang telah menjadi bagian dari syiar Islam dan budaya kebersamaan masyarakat Ambon itu berlangsung meriah, penuh semangat, dan sarat pesan persatuan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, serta Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta.
Suasana semakin semarak ketika Wali Kota Ambon menyalakan obor utama sebagai tanda dimulainya perayaan, sementara peserta pawai obor dan lampion secara resmi dilepas oleh Sekda Maluku untuk mengelilingi sejumlah ruas jalan utama di Kota Ambon.
Ribuan peserta yang terdiri dari majelis taklim, remaja masjid, pelajar, dan masyarakat umum tampak antusias mengikuti pawai yang mengambil rute dari Masjid Al-Fatah Ambon, melewati Jalan AM Sangaji, Trikora, Jembatan Pohon Pule, Perigi Lima, dan kembali ke Masjid Al-Fatah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan Pemerintah Kota Ambon yang dapat bersama-sama umat Islam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon mendukung penuh pelaksanaan pawai obor dan lampion karena dinilai memiliki nilai religius, sosial, dan budaya yang kuat.
“Pemerintah Kota Ambon turut bersuka cita, bergembira, dan berbahagia bersama seluruh umat Muslim dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Ambon berkomitmen menjadikan pawai obor dan lampion sebagai agenda rutin tahunan yang akan terus dilestarikan.
Keputusan tersebut disambut antusias oleh peserta yang menilai kegiatan itu tidak hanya menjadi syiar Islam, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan antarwarga.
Di tengah kemeriahan pawai, Wali Kota juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di Kota Ambon.
Menurutnya, semangat Tahun Baru Islam harus menjadi momentum memperkuat silaturahmi, baik di kalangan umat Islam maupun dengan umat beragama lainnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan utama Kota Ambon.
“Marilah kita bersama-sama menjaga kedamaian. Karena hanya dengan Ambon yang aman dan damai, pemerintah dapat bekerja dengan baik dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas serta menikmati hasil pembangunan,” tegasnya.
Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari peserta yang menilai kerukunan dan toleransi merupakan modal besar bagi kemajuan Ambon sebagai kota yang dikenal dengan semangat persaudaraan.
Sementara itu, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim Kota Ambon, Nureni So, mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Ia mengimbau seluruh jamaah majelis taklim untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, mempererat hubungan antarjamaah, serta melakukan introspeksi diri dalam memasuki tahun yang baru.
Menurutnya, semangat hijrah bukan hanya perpindahan waktu, tetapi juga perubahan menuju pribadi yang lebih baik, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih aktif dalam menjaga persatuan masyarakat.
Pawai obor 1 Muharam tahun ini tidak hanya menghadirkan keindahan cahaya yang menghiasi malam Kota Ambon, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang persaudaraan, toleransi, dan harapan baru bagi Maluku.
Di tengah berbagai tantangan zaman, ribuan obor yang menyala menjadi simbol bahwa semangat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama tetap hidup dan terus dijaga oleh masyarakat Ambon.
Malam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah pun menjadi bukti bahwa Ambon tidak hanya dikenal sebagai Kota Musik Dunia, tetapi juga sebagai kota yang terus merawat nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kedamaian untuk generasi mendatang.