Perkuat Peran Perempuan di Ekonomi, BKKBN Maluku Dorong Semua Daerah Miliki Layanan TAMASYA

by -0 views
by

AMBON,N25NEWS.id – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku terus mendorong penguatan layanan pengasuhan anak melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). Upaya ini dinilai penting untuk mendukung perempuan tetap aktif bekerja tanpa mengabaikan tumbuh kembang anak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE., dalam kegiatan Penguatan Sinergitas Kemitraan Program TAMASYA, Kamis (21/5), yang diikuti peserta secara luring di Kota Ambon maupun daring dari kabupaten/kota di Maluku.

Dalam sambutannya, Dr. Edi menegaskan bahwa pembangunan keluarga sangat berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, keberhasilan bonus demografi di Maluku juga sangat dipengaruhi keterlibatan perempuan dalam dunia kerja.

“Jadi bisa dibayangkan kalau ternyata perempuan-perempuan di Maluku tidak aktif secara ekonomi karena keterbatasan merawat dan mengasuh anak di rumah, maka jendela bonus demografi Maluku itu akan goyang, bahkan tidak semua nanti sampai kepada Indonesia Emas,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, kehadiran layanan pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan mudah diakses menjadi kebutuhan penting saat ini. Melalui Program TAMASYA, Kemendukbangga/BKKBN ingin meningkatkan kualitas Tempat Penitipan Anak (TPA) dan daycare yang sudah ada agar tidak sekadar menjadi tempat penitipan, tetapi juga ruang tumbuh kembang anak yang sehat dan ramah anak.

“Jadi kita branding dan upgrade, tidak hanya menjadi tempat penitipan, tetapi menjadi ruang tumbuh kembang anak yang dipastikan aman, sehat, ramah anak, dan mendukung pembentukan karakter sejati,” katanya.

Ia juga menyoroti maraknya kasus kekerasan terhadap anak di sejumlah tempat penitipan anak yang sempat viral belakangan ini. Menurutnya, pola pengasuhan yang salah dapat meninggalkan trauma dan mengganggu perkembangan mental anak.

“Masalah kekerasan di tempat penitipan anak ke depannya, jika tidak kita atasi, akan menimbulkan trauma yang besar, bukan hanya bagi ibu yang membesarkan anaknya tetapi juga bagi anak itu sendiri,” ungkapnya.

Program TAMASYA sendiri menghadirkan empat layanan utama, yakni peningkatan kapasitas pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, kelas pengasuhan bagi orang tua, serta layanan rujukan bagi anak yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Saat ini, jumlah TPA atau daycare yang telah bergabung dalam Program TAMASYA di Provinsi Maluku masih terbatas. Dari delapan TPA yang ada, tujuh berada di Kabupaten Maluku Tengah dan satu di Kota Ambon. “Sedangkan di sembilan kabupaten/kota lainnya belum ada TPA TAMASYA,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh stakeholder, termasuk dinas pendidikan, sektor perizinan, dunia pendidikan, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan TAMASYA di Maluku.

Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan sejumlah materi terkait penguatan layanan pengasuhan anak. Materi pertama disampaikan Direktorat Bina Ketahanan Balita dan Anak Kemendukbangga/BKKBN tentang “Langkah Strategis Korektif dan Preventif Pengasuhan di TPA/Daycare Terutama dalam Implementasi Program Taman Asuh Sayang Anak”.

Materi berikutnya dibawakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Ambon mengenai “Mekanisme dan Persyaratan Perizinan Pendirian TPA/Daycare melalui Pelayanan Terpadu”.

Selanjutnya, Dinas Pendidikan Kota Ambon memaparkan materi “Pendidikan dalam Pembinaan, Standarisasi, dan Pengawasan TPA/Daycare sebagai Layanan Pengasuhan Anak Usia Dini”

Sementara praktik baik bertajuk “TPA/Daycare TAMASYA Cinta Lingkungan” disampaikan oleh PAUD Daycare Sadar Lingkungan. Salah satu inovasi yang diperkenalkan yakni pemanfaatan sampah, termasuk nantinya minyak jelantah, sebagai media pembayaran SPP.

“Kami berharap kegiatan ini bisa melahirkan komitmen dan langkah nyata bersama dalam menghadirkan layanan pengasuhan anak yang lebih berkualitas, lebih inklusif, lebih ramah anak, dan juga berkelanjutan di Provinsi Maluku,” tutupnya.

Sumber. : Humas Bkkbn Maluku

Editor     : Redakai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *