SAPARUA,N25NEWS.id – Peringatan Hari Pattimura ke-209 di Lapangan Merdeka Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (15/5), berubah menjadi panggung kebangkitan generasi muda Maluku menuju Indonesia Emas 2045.
Di tengah kobaran Obor Pattimura dan suasana sakral tanah perjuangan Thomas Matulessy, pesan keras disampaikan Hendrik Lewerissa kepada masyarakat Maluku, khususnya anak muda.
“Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi Pattimura-Pattimura muda akan bangkit!”
Kalimat legendaris itu kembali digaungkan sebagai simbol bahwa perjuangan rakyat Maluku belum selesai. Jika dulu melawan kolonialisme Belanda, kini generasi muda Maluku harus menghadapi kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pembangunan hingga ketertinggalan teknologi.
Upacara yang dipimpin langsung Gubernur Maluku selaku Upu Latu Maluku itu juga diwarnai prosesi penyerahan Obor Pattimura dari Upulatu Maluku Tengah kepada Upulatu Maluku serta peletakan bunga oleh Upulatu Maluku, Bupati Maluku Tengah dan ahli waris Pattimura.
Tema yang diangkat tahun ini, “Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045”, dinilai bukan sekadar slogan seremonial, tetapi menjadi peringatan keras bahwa Maluku harus segera bangkit dan keluar dari berbagai persoalan sosial yang masih membelit masyarakat.
Dalam sambutannya, Lewerissa menegaskan bahwa Maluku tidak boleh tertinggal di tengah persaingan global. Ia meminta generasi muda Maluku menjadi generasi unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap menjaga budaya Pela Gandong dan semangat Siwalima.
“Maluku harus tampil sebagai kekuatan pembangunan di kawasan timur Indonesia,” tegasnya.
Momentum peringatan Hari Pattimura ini juga mendapat perhatian dari BKKBN Provinsi Maluku yang turut hadir melalui Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Mincie H. Ubro, S.Hut., M.Si.
Kehadiran BKKBN Maluku menjadi simbol penting bahwa perjuangan membangun generasi muda hari ini tidak lagi dilakukan dengan parang dan salawaku, tetapi melalui pembangunan keluarga berkualitas, penguatan sumber daya manusia, pencegahan stunting, serta menciptakan generasi sehat dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
BKKBN menilai semangat Pattimura relevan dengan tantangan zaman saat ini, dimana generasi muda Maluku harus dipersiapkan menjadi generasi produktif, sehat, cerdas dan mampu bersaing di era modern.
Peringatan Hari Pattimura tahun ini pun bukan hanya soal mengenang sejarah perjuangan, tetapi menjadi pengingat bahwa masa depan Maluku ada di tangan generasi mudanya sendiri.
Sumber : Humas Bkkbn Maluku
Editor : Redaksi