SAUMLAKI,N25NEWS.id-Udara pagi terasa masih segar, berhembus lembut menyapu keringat para peserta olahraga pagi di halaman Mapolres Kepulauan Tanimbar.
Usai mengakhiri gerakan terakhir dan berbaris membubarkan diri, Wakapolres Kepulauan Tanimbar terlihat berjalan santai bersama sejumlah personel, langkah kaki beriringan menuju sebuah warung sederhana yang lokasinya tak jauh dari gerbang utama Mapolres, tempat biasa warga dan aparat duduk santai menikmati hangatnya kopi pagi.
Di bawah pepohonan, warung yang teduh itu, suasana terasa akrab dan cair. Seragam olahraga masih melekat, napas pun belum sepenuhnya kembali normal, namun wajah-wajah yang ada terlihat segar dan bersemangat.
Di tengah asap kopi yang mengepul dan arom hangat kopinya perbincangan pun mengalir. Dari hal-hal ringan seputar kesehatan, pembicaraan kemudian merambat masuk ke topik yang lebih dalam dan penting, seputar keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas.
Duduk bersila santai di kursi kayu sederhana, Wakapolres membuka penjelasannya dengan nada bicara rendah namun tegas, seolah ingin memastikan setiap kata yang disampaikan dipahami betul oleh wartawan yang mendengar.
Menurutnya, Kamtibmas bukan sekadar akronim yang sering terdengar, melainkan konsep besar yang menopang kehidupan bermasyarakat, dan ia dibangun di atas dua pilar utama yang berdiri sendiri namun saling melengkapi.
“Kamtibmas itu ada dua kata kuncinya, ada dua aspek utama yang maknanya berbeda, tapi tidak bisa kita pisahkan. Yang pertama adalah Keamanan,” ujar Wakapolres sembari menyesap kopi hitam di depannya.
“Keamanan itu maknanya kondisi bebas. Bebas dari apa saja? bebas dari segala bentuk ancaman, bebas dari bahaya, bebas dari gangguan fisik, maupun bebas dari tekanan atau gangguan psikis yang bisa membuat hati dan pikiran kita tidak tenang. Artinya, di mana pun warga berada, di rumah, di jalan, di pasar, atau sedang beraktivitas apa saja, mereka harus merasa aman, merasa terlindungi, dan tidak ada rasa takut atau khawatir akan hal buruk yang menimpa diri sendiri, keluarga, maupun harta bendanya,” jelasnya.
Belum selesai penjelasan itu, Wakapolres kembali melanjutkan, mengarahkan pembicaraan pada pilar kedua yang tak kalah krusial.
“Kemudian pilar yang kedua, yaitu ketertiban. Kalau Keamanan itu bicara soal rasa aman dan kebebasan dari gangguan, maka ketertiban itu bicara soal kepatuhan dan keteraturan,” tegasnya.
“Ketertiban itu tercipta ketika seluruh elemen masyarakat, kita semua, mau mematuhi segala norma yang ada. Mulai dari aturan hukum yang tertulis, peraturan perundang-undangan, sampai nilai-nilai sosial dan adat istiadat yang berlaku dan kita junjung tinggi bersama di sini. Ketika semua patuh aturan, semua tahu batasan, dan tidak bertindak semena-mena, maka terciptalah keteraturan dalam pergaulan hidup kita. Hidup jadi tertib, rukun, dan tidak saling mengganggu hak orang lain,” urai Wakapolres diiringi anggukan kepala para pendengarnya.
Di akhir perbincangan santai yang penuh makna itu, Wakapolres kembali menegaskan pesan kuncinya. bahwa keamanan dan ketertiban ibarat dua sisi mata uang yang sama.
Keamanan menjamin ketenangan, ketertiban menjamin keteraturan. Keduanya harus berjalan beriringan.
“Kalau dua-duanya terjaga dengan baik, mulai dari lingkungan terkecil seperti kita duduk di sini, sampai ke pelosok desa di seluruh wilayah Kepulauan Tanimbar, maka damailah daerah kita ini. Menjaganya bukan tugas polisi saja, tapi tugas kita semua bersama-sama,” pungkasnya, disambut senyum dan persetujuan dari seluruh yang hadir pagi itu.(JM)