AMBON,N25NEWS.ID – Suasana haru, hangat, dan penuh rasa kekeluargaan menyelimuti Gedung Ashari Ambon saat ratusan anggota keluarga besar Wattimena Satu Moyang berkumpul dalam momentum Halal Bihalal bertema “Menyatukan Hati dan Mempererat Ikatan”, Minggu (10/5).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Momentum itu menjadi ruang temu lintas generasi keluarga besar Wattimena untuk kembali memperkuat hubungan persaudaraan sebagai satu gandong dan satu moyang.
Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie mewakili Gubernur Maluku, unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Forkopimda Kota Ambon, anggota DPRD Kota Ambon, tokoh agama, hingga ratusan keluarga besar Wattimena dari berbagai daerah.
Ketua Panitia, Patrick Moenandar, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kembali hubungan kekeluargaan yang selama ini terpisah oleh jarak dan kesibukan masing-masing.
“Ini kesempatan yang sangat berharga bagi katong semua untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat hubungan persaudaraan dalam keluarga besar Wattimena Satu Moyang,” ujarnya.
Ia menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab keluarga demi menyukseskan acara tersebut.
Menurutnya, halal bihalal bukan hanya tradisi tahunan setelah Ramadan, tetapi juga simbol kuatnya nilai kekeluargaan yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Moenandar mengungkapkan, kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 350 orang yang terdiri dari keluarga besar Wattimena, tokoh agama, dan masyarakat umum.
Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, keluarga besar Wattimena juga menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan santunan kepada 20 anak yatim dari Yayasan Nurul Al-Ikhlas.
“Ini bentuk kepedulian sosial keluarga besar Wattimena kepada sesama,” katanya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum Wattimena Satu Moyang, Purnawirawan AKBP Jhon Wattimena, S.Sos., menegaskan bahwa halal bihalal memiliki makna mendalam dalam menjaga hubungan kekeluargaan lintas generasi.
“Halal bihalal bukan hanya soal saling memaafkan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi agar yang jauh menjadi dekat, sekaligus menjaga ikatan keluarga besar Wattimena Satu Moyang,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh keluarga besar Wattimena untuk terus menjaga kebersamaan dan tidak melupakan akar persaudaraan sebagai satu keluarga besar.
“Katong semua berasal dari satu gandong, satu moyang. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati keluarga besar Wattimena,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Maluku atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami menyampaikan penghargaan kepada keluarga besar Wattimena yang terus menjaga nilai persaudaraan dan kekeluargaan lintas generasi,” katanya.
Menurut Sadali, halal bihalal bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi wadah memperkuat nilai hidup orang basudara yang telah menjadi identitas masyarakat Maluku.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, mempererat kasih antar sesama, dan menjadikan nilai budaya sebagai fondasi membangun Maluku yang damai dan harmonis.
“Momentum ini harus terus dijaga untuk memperkuat persatuan dan semangat kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Maluku,” pungkasnya.
Penulis : Stenly Kailuhu
Editor : Redaksi