Waai Panggel Pulang Anak Cucu Sedunia

by
by

AMBON,N25NEWS.id-Ratusan anak cucu Negeri Waai dari berbagai daerah di Indonesia, hingga luar negeri berkumpul dalam acara adat Waai Panggel Pulang Anak Cucu Sedunia,yang berlangsung khidmat di Negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah,Selasa (23/12/2025).

Prosesi adat dimulai dengan penjemputan anak cucu di Waairutung, perbatasan antara Negeri Waai dan Tulehu.

Penjemputan tersebut berlangsung penuh kekeluargaan dan menjadi simbol kembalinya anak cucu ke tanah leluhur.
Acara kemudian dilanjutkan di Negeri Waai dengan berbagai atraksi budaya khas Maluku yang menggambarkan kekayaan adat dan tradisi setempat.

Ketua Panitia Aman Waai Hutu Yupu Yana II 2025, Dr. Amelia Tahitu, M.Si, kepada awak media menjelaskan,kegiatan Waai Panggel Pulang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2018 dan tahun ini menjadi pelaksanaan kedua.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengumpulkan anak cucu Negeri Waai yang telah lama terpisah oleh jarak, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri, agar kembali dalam satu kebersamaan,” ujar Amelia.

Ia menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk dilaksanakan setiap lima tahun sekali, meskipun sempat mengalami penyesuaian waktu akibat dinamika nasional seperti pemilu.

“Makna terpenting dari kegiatan ini adalah mempererat kebersamaan masyarakat Waai sedunia, melihat kembali negeri, serta membangun kepedulian dan rasa sayang untuk pengembangan Negeri Waai ke depan,” jelasnya.

Menurut Amelia, anak cucu Negeri Waai yang hadir berasal dari 21 titik wilayah, termasuk berbagai daerah di Indonesia seperti Jayapura dan Merauke, serta dari luar negeri seperti Belanda.

“Berdasarkan perkiraan data panitia, jumlah peserta yang hadir berkisar antara 500 hingga 700 orang,” tambahnya.

Selain prosesi penyambutan, rangkaian kegiatan Waai Panggel Pulang Anak Cucu Sedunia juga akan diisi dengan bastori atau duduk bersama, sebagai ruang diskusi untuk membahas masa depan Negeri Waai, termasuk potensi pembangunan, persoalan sosial, hingga kontribusi pemikiran dari anak cucu yang berada di perantauan.

Di akhir keterangannya, Amelia menyampaikan harapannya agar kebersamaan ini terus terjaga.

“Harapan kami, anak cucu Negeri Waai tetap memiliki rasa peduli, mau bergandengan tangan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan negeri ke depan,” pungkasnya. (Eten)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *