AMBON, N25NEWS.id — Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena melepas 114 regu yang mengikuti Lomba Gerak Jalan Indah (LGJI) AMGPM Kota Ambon 2026, Sabtu (5/9/2026).
Saat melepas peserta, Wattimena meminta seluruh regu mengikuti perlombaan dengan baik dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia juga mengingatkan para juri agar menjalankan tugas secara benar dan objektif.
“Kepada seluruh peserta untuk mengikuti perlombaan ini dengan baik, junjung tinggi sportivitas. Para juri lakukan penilaian dengan benar,” ujar Wattimena.
Menurut Wattimena, Pemerintah Kota Ambon memberikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang mampu menggerakkan olahraga, kreativitas dan kebersamaan di ruang publik.
LGJI AMGPM Kota Ambon tahun ini diikuti 114 regu atau barisan dari berbagai kelompok masyarakat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga membawa semangat mempererat persaudaraan masyarakat.
Ketua AMGPM Kota Ambon, Febriano Lesnussa, mengatakan LGJI menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan masyarakat Maluku, khususnya di Kota Ambon.
Ia berharap para juri dapat menjalankan tugas secara objektif, profesional dan penuh tanggung jawab.
“Kepada para juri kami berharap dapat menjalankan tugasnya dengan objektif, profesional dan penuh tanggung jawab,” kata Febriano.
Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia yang telah mencurahkan waktu, tenaga dan komitmen untuk menyukseskan pelaksanaan LGJI 2026.
Ketua Panitia LGJI AMGPM Kota Ambon 2026, Rido Pattiasina, mengatakan kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk meningkatkan kedisiplinan dan sportivitas, tetapi juga mendorong kreativitas serta partisipasi masyarakat dalam olahraga dan seni budaya.
Tahun ini, panitia menghadirkan kategori baru Etnik Budaya Maluku yang diikuti empat regu.
Kategori tersebut melengkapi kategori lainnya, yakni anak, remaja, dewasa putra, dewasa putri dan dewasa campuran.
Hadirnya kategori budaya memberikan dimensi berbeda dalam LGJI. Peserta tidak hanya dituntut tampil kompak dan disiplin, tetapi juga memiliki ruang untuk menampilkan identitas serta kekayaan budaya Maluku.
Rido berharap LGJI dapat terus berkembang menjadi kegiatan yang semakin profesional sekaligus menjadi wadah olahraga, kreativitas, persatuan dan pelestarian budaya masyarakat Ambon.
Sebanyak 114 regu yang turun ke jalan membuat LGJI menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Kegiatan ini mempertemukan masyarakat dalam satu ruang, dengan olahraga, kreativitas dan budaya menjadi medium interaksi.
Bagi Kota Ambon, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kemampuan sekaligus mengenal kembali budaya daerah.
Tantangannya ke depan adalah memastikan kegiatan serupa tidak hanya ramai dari sisi peserta dan penonton, tetapi juga semakin baik dalam pengelolaan, penilaian, keamanan dan nilai budaya yang dibawa.
Dengan begitu, LGJI dapat terus tumbuh sebagai agenda masyarakat yang bukan hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan identitas budaya Kota Ambon.
LGJI AMGPM Kota Ambon 2026 menggunakan rute yang sama seperti tahun sebelumnya.
Peserta memulai perjalanan dari Gong Perdamaian, kemudian melintasi Jalan D.I. Panjaitan, Jalan Pattimura, Jalan Ahmad Yani, kawasan Batu Meja–Batu Gajah, Urimessing, Jalan Diponegoro dan Jalan A.M. Sangadji.
Rangkaian gerak jalan kemudian berakhir di Jalan A.J. Patty, tepatnya di depan Damkar Kota Ambon.
Dengan 114 regu yang berpartisipasi dan hadirnya kategori Etnik Budaya Maluku, LGJI 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan, tetapi menjadi ruang bersama untuk bergerak, berkarya dan merawat budaya Maluku.
Penulis : Kres
Editor : Redaksi