Pelayanan KB Gratis Serentak Di Seluruh Indonesia, Berhasil Pasang 41 Implan Di Kota Ambon

by -7 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap hak-hak reproduksi perempuan,maka digelar pelayanan KB serentak di seluruh Indonesia,dari tanggal 8-11 Maret 2023.Dimana, untuk Provinsi Maluku berhasil memasang 41 Implan,untuk semua warga Kota Ambon.

Untuk Provinsi Maluku,kegiatan Hari Wanita Sedunia dipusatkan di Kota Ambon untuk seluruh kecamatan dan yang pertama dipusatkan di Kelurahan Benteng dan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Pelayanan KB serentak ini digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bertepatan dengan bulan peringatan Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada bulan Maret 2023.

Adapun,kontrasepsi bukan hanya sekedar alat untuk membatasi kehamilan, akan tetapi juga untuk menjaga kesehatan reproduksi bagi perempuan

Selain itu,BKKBN sudah ditunjuk oleh Presiden menjadi koordinator pelaksana untuk Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia, yang salah satu intervensi nya melalui penurunan 4 terlalu (terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat dan terlalu banyak) menggunakan kontrasepsi. Sebagai salah satu bentuk menghargai hak perempuan di Indonesia, hak kesehatan reproduksi.

Capaian prevalensi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) secara Nasional pada tahun 2022, sebesar 22,6 persen dari target 28 persen pada tahun 2024.

Untuk mencapai target pada tahun 2024, dilakukan pendekatan komunikasi kepada komunitas masyarakat dan tokoh agama di Provinsi Maluku.Selain itu juga dipersiapkan tim pemberi informasi, melalui pelatihan yang sudah persiapkan

Selain akseptor KB baru, KB ulangan atau ganti cara, salah satu kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah KB Pasca Persalinan atau KBPP.

KB Pasca Persalinan diberikan pada masa nifas atau sampai dengan 42 hari setelah melahirkan. Metode ini mencegah terjadinya kehamilan yang terlalu dekat dengan kehamilan sebelumnya.

Melalui metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP, jarak kehamilan dapat diatur. Pengaturan jarak kelahiran ini dapat mengurangi bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang dapat berpotensi menjadi stunting, mengurangi angka kematian ibu melahirkan dan bayi, sekaligus menurunkan Total Fertility Rate (TFR) dan angka kemiskinan ekstrim di Indonesia.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *