BKKBN Maluku Mengajak Perguruan Tinggi Ambil Peran Yang Lebih Besar Dalam  Pembangunan Kependudukan

by -1 views
by

AMBON,N25NEWS.id – Di tengah tantangan kependudukan yang terus berkembang, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku mengajak perguruan tinggi untuk mengambil peran yang lebih besar.

Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si, menegaskan pentingnya kontribusi akademisi dalam menangani isu-isu kependudukan di daerah ini.

Dalam sebuah kegiatan bertajuk Fasilitasi dan Pembinaan Teknis Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan yang diselenggarakan di kantor BKKBN Maluku pada Senin(17/ 2025), para mahasiswa dan dosen dari berbagai institusi pendidikan bergabung untuk membahas hal ini.

Dr. Mauliwaty menjelaskan bahwa seiring dengan dinamika demografi yang semakin kompleks, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam pemecahan masalah kependudukan.

Ia menekankan bahwa melalui program Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan, diharapkan mahasiswa tidak hanya mampu mengkaji permasalahan tersebut, tetapi juga menghasilkan rekomendasi kebijakan dan program pemberdayaan yang nyata.

“Perguruan tinggi harus berperan aktif dalam memahami dan menerjemahkan data kependudukan menjadi langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan,” tuturnya.

Isu-isu seperti bonus demografi, kesehatan reproduksi, serta ketimpangan wilayah memerlukan intervensi berbasis riset yang handal.

Dalam konteks ini, dr. Mauliwaty berpendapat bahwa penguatan riset dan kolaborasi antar lembaga pendidikan serta instansi terkait sangat penting.

“Intervensi berbasis data yang valid akan membantu kami dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Ini memberi gambaran betapa pentingnya riset dalam menyikapi perkembangan sosial dan demografis di Provinsi Maluku.

Tidak hanya cukup melakukan kajian, perguruan tinggi diharapkan juga mampu mengedukasi masyarakat tentang isu-isu kependudukan. Dr. Mauliwaty mendorong integrasi literasi kependudukan dalam kurikulum pendidikan:“Pendidikan tentang kependudukan harus menjadi bagian dari proses edukasi agar mahasiswa memiliki pemahaman yang komprehensif tentang isu ini.”

Dengan pendekatan ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang memahami dampak kependudukan terhadap masa depan bangsa.

Dalam penutupan arahannya, dr. Mauliwaty berharap akan ada kemitraan yang lebih solid antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kolaborasi lintas disiplin diperlukan karena isu penduduk menyentuh banyak sektor, termasuk ekonomi, sosial, kesehatan, dan teknologi.

“Semoga kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas akademisi serta menghasilkan langkah strategis untuk mendukung pembangunan kependudukan di Maluku,” harapnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yang berkompeten, seperti Dr. Johan M. Tupan dari Universitas Pattimura Ambon, yang membahas pentingnya internasionalisasi dokumen kependudukan dalam penguatan SDM perguruan tinggi.

Selain itu, Marthin Manuputty S.Sos., M.Si memberikan materi mengenai penguatan kependudukan bagi perguruan tinggi.

Dengan semua upaya ini, diharapkan kontribusi nyata bagi terwujudnya penduduk Indonesia yang berkualitas, produktif, dan berdaya saing dapat tercapai.

Editor    : Redaksi

Sumber : BKKBN Maluku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *