DOBO,N25NEWS.id-Sebagaimana stunting merupakan kondisi gagal tumbuh tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang cukup lama.Umumnya,disebabkan asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.Bahkan, stunting diperkirakan berkontribusi pada hilangnya 2-3 persen Produk Domestik Bruto (PDB).
Hal tersebut disampaikan Bupati Kabupaten Kepulauan Aru,dr Johan Gonga dalam sambutannya pada acara Pelaksanaan Rembuk Stunting Tahun 2023 di Kabupaten Kepulauan Aru,Dobo,Selasa (7/6).
Lebih lanjut menurutnya, sesuai dengan peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.Dimana, instruksi Presiden kepada seluruh perangkat pemerintahan di daerah,mulai dari gubernur, bupati/walikota,camat dan kepala desa,semuanya satukan langkah dan berkomitmen untuk menurunkan angka stunting.
Selain itu,target optimis pemerintah Indonesia untuk penurunan prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024, tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.Hal ini memerlukan penguatan upaya percepatan yang efektif dan tetap sasaran dari berbagai sektor pada tingkat pusat,daerah dan desa.
Adapun, Kabupaten Kepulauan Aru,ditetapkan sebagai lokasi prioritas penurunan stunting di provinsi Maluku di mulai sejak 2019 hingga saat ini.Dengan prioritas 5 kecamatan yaitu Kecamatan Aru Selatan, Kecamatan Aru Selatan Timur, Kecamatan Aru Tengah dan Kecamatan Aru Utara.
Yakni,Desa Marlasi,Wakua,Lutur,Siya,Fatural,Feruni,Ngaibor,Popjetur,Jelia,dan Desa Kalar Kalar.Ditahun 2020 masih pada lokasi yang sama dan di tahun 2021 ditetapkan 10 desa yang tersebar pada 5 kecamatan yaitu,DesaJerwatu,Wafan,Mohansel,Papakula,Kobadangkar, Karawai, Popjetur,Marfefen,Gomar dan Gomar Sungai.
Sejalan dengan upaya pencegahan penurunan stunting,maka daerah telah melakukan upaya-upaya melalui interfensi berbagai program dan kegiatan pembangunan di lokasi prioritas diantaranya,pembangunan jalan,pembangunan tambatan perahu,penyediaan sarana transportasi laut,penyediaan jaringan komunikasi,pembangunan air bersih,pelayanan kesehatan anak usia remaja,balita dan ibu hamil,pemberdayaan ekonomi masyarakat,penyediaan dan perluasan sarana pelayanan,pelayanan PAUD, program pangan bagi masyarakat,pelayanan kependudukan,pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaksanaan 10 program PKK.
Pada tahun 2022 ini,telah dilakukan analisis terhadap kondisi stunting di Kabupaten Kepulauan Aru dan telah,ditetapkan 12 desa lokasi prioritas yang tersebar pada 3 kecamatan yaitu, Kecamatan Aru Tengah, Kecamatan Pulau-Pulau Aru dan Kecamatan Aru Utara Timur Batuley yakni,Desa Tanah Miring,Jursiang,Selilau,Kobamar,Waria,Maririmar,Sewer,Tugu,Tungwatu,Gulili,Garda Kauw dan desa Maijuring.
Rembuk Stunting dilaksanakan untuk memastikan isu yang sangat krusial dan strategis pada lokasi prioritas,dapat teratasi dengan intervensi berbagai program dan kegiatan pembangunan.
“Olehnya saya mengajak untuk mari kita bersama-sama melakukan konfirmasi, sinkronisasi dan sinergikan hasil analisis situasi dan rencana kegiatan dengan penanggung jawab dan perencanaan partisipatif masyarakat melalui hasil-hasil Musrembang kecamatan dan desa,”ujar Johan Gonga.
Oleh karena itu, diharapkan stunting di Kabupaten Kepulauan Aru terus mengalami penurunan stunting pada setiap tahun, sehingga masyarakat yang sejahtera, mandiri,adil dan bermartabat dapat diwujudkan sebagaimana visi dan misi yang pihaknya usung pada periode kepemimpinan 2021-2026.
“Untuk itu,para pimpinan perangkat desa penanggung jawab,agar mengikuti kegiatan ini dengan serius.Hindari egois sektoral dan terus tingkatkan kerjasama, kekompakan, komitmen, loyalitas dan disiplin agar masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru benar-benar merasakan sentuhan layanan pemerintah daerah,”pungkasnya.