SAUMLAKI,N25NEWS.id-Komando Distrik Militer (Kodim 1507) Saumlaki, yang seharusnya menjadi simbol keamanan dan ketertiban, justru tercoreng akibat insiden perseturuan dan pemukulan yang melibatkan warga sipil yakni istri Oknum TNI-AD, yang melakukan penganiayaan terhadap Sainly Titirlobi, dini hari Sabtu, (30/8/2025).
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam ditengah masyarakat, yang selama ini menaruh harapan besar pada institusi TNI.
Kepercayaan publik diduga semakin menurun khusus kepada Kodim 1507/ Saumlaki, yang sebelumnya begitu baik di tengah-tengah masyarakat, namun berbanding terbalik dengan ulah oknum TNI-AD, dan perlakuan istrinya di Markas Kodim Saumlaki.
Rentetan peristiwa bermula dari kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum TNI-AD terhadap warga sipil jumat 29/08/25, kemarin.
Upaya mediasi yang digelar di Kodim 1507/ Saumlaki, dengan harapan dapat menyelesaikan masalah secara damai, justru berujung ricuh.
Istri dan keluarga dari oknum pelaku penganiayaan dilaporkan mengacaukan jalannya mediasi dengan melakukan dugaan pemukulan terhadap anggota keluarga korban.
Sangat disayangkan kejadian ini, Kodim seharusnya menjadi tempat yang aman dan netral, bukan malah menjadi arena perseturuan dan kekerasan.
Keterkaitan dengan peristiwa tersebut agar pihak TNI-AD melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kodim 1507/Saumlaki.
Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi institusi TNI, khusus TNI-AD Kodim 1507/Saumlaki. Citra sebagai pelindung rakyat kini dipertaruhkan.(JM)